Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

Wujudkan Madrasah Adiwiyata, MAN 4 Bantul Latih Siswa Riset Olah Limbah Organik

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Rabu, 23 Sep 2026 👁️ 3 kali dilihat
Wujudkan Madrasah Adiwiyata, MAN 4 Bantul Latih Siswa Riset Olah Limbah Organik

Bantul (MAN 4 Bantul) – Sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan implementasi riset aplikatif, murid kelas X E2 yang tergabung dalam Kelas Riset MAN 4 Bantul menggelar praktik pembuatan eco-enzyme pada Rabu (23/9/2026). Kegiatan pengolahan limbah organik ini dilaksanakan secara terbuka di halaman utama MAN 4 Bantul pada jam pelajaran Riset.

Di bawah bimbingan Pembimbing Riset MAN 4 Bantul, Naurah Zauzanit Sarwa, para murid diajak mengolah limbah sampah organik rumah tangga dan sisa buah serta sayuran kantin madrasah menjadi cairan eco-enzyme yang kaya manfaat. Para murid mempraktikkan secara langsung tahapan pencampuran dengan formula ideal, yakni perbandingan bahan organik, molase, dan air bersih.

Praktik ini tidak hanya mengasah keterampilan metodologi penelitian eksperimental para murid sejak dini, tetapi juga menyelaraskan nilai-nilai riset dengan semangat Panca Cinta Kementerian Agama, khususnya aspek cinta lingkungan dan cinta sesama sekaligus mendung program adiwiyata madrasah.

Koordinator Riset MAN 4 Bantul, Mpu Tabah Chalifatah Aji, memberikan penjelasan mendalam terkait proses, manfaat eco-enzyme, serta nilai edukatif di balik kegiatan pembelajaran murid kelas X E2 tersebut.

“Praktik pembuatan eco-enzyme hari ini memberikan pengalaman belajar berbasis hands on research yang sangat berharga bagi anak-anak kelas X E2. Prosesnya memanfaatkan fermentasi sampah organik seperti kulit buah dan sisa sayuran yang dicampur molase dan air, lalu difermentasi selama kurang lebih tiga bulan. Hasil cairan eco-enzyme ini nantinya memiliki luar biasa banyak manfaat mulai dari pembersih alami ramah lingkungan, pupuk organik cair, hingga pemurni udara dan air. Melalui eksperimen sederhana namun berdampak besar ini, para murid tidak hanya belajar teori kimia dan biologi di Kelas Riset, tetapi juga mengimplementasikan wujud nyata Panca Cinta Kementerian Agama, yaitu menyayangi lingkungan dengan mengolah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi bumi,” kata Mpu Tabah.

Melalui kegiatan Kelas Riset yang aplikatif ini, MAN 4 Bantul terus berkomitmen melahirkan generasi peneliti muda yang cerdas, inovatif, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam sekitar. (lel/ica)

Hubungi Kami