Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi

PRODUK RISET

MAN 4 BANTUL - MADRASAH BERPRESTASI
1
AGRICULTURE TECHNOLOGY (AGRITHECH) SISTEM IRIGASI SAWAH BERBASIS IOT (INTERNET OF THINGS) PADA TANAMAN PADI MENGGUNAKAN SMART GATE
OLEH: AKIN DISTRIANINGSIH, NAILA AZIZAH FEBRIANI, DAN NAILIL KHILMA
Abstrak
Pada daerah sawah yang luas, sistem irigasi pada tanaman padi memerlukan pemantauan secara terus-menerus, mulai dari mengairi sawah dengan air, hingga panen. Petani biasanya mengontrol aliran air ke tanaman secara manual bergantian dengan petani lainnya. Pengendaliannya masih dilakukan tanpa mengenal waktu. Oleh karena itu, adanya pengendalian irigasi secara otomatis sangat penting, karena dapat membantu petani dalam mengatur irigasi sawah tanaman padi secara otomatis, serta secara instan dapat memberi tahu petani mengenai perilaku abnormal dan memungkinkan pengguna untuk dapat memantau dari jarak jauh. Tujuan dari penelitian ini adalah menawarkan sistem irigasi otomatis untuk sawah pada tanaman padi, yang dapat dipantau secara jarak jauh menggunakan Internet of Things. Sistem ini disimulasikan dalam bentuk prototype menggunakan bahan bahan yaitu maket sawah, Arduino Mega 2560, water level sensor, Motor Servo, pompa mini, cloudserver, MIT App Inventor, miniatur pintu air, dan sumber listrik. Pada maket sawah yang kami buat terdapat 5 buah bidang, di mana setiap bidang memiliki pintu otomatis. Cara kerjanya yaitu pada setiap bidang terdapat pintu air yang dapat membuka secara otomatis untuk mendapatkan sumber air yang berasal dari sungai. Pada masing-masing bidang juga terdapat water level sensor yang bertugas mengirimkan informasi ke Arduino seberapa tinggi air yang berada di dalamnya. Ketika masing-masing bidang memiliki cukup air, maka otomatis pintu menutup sendiri. Apabila terjadi hujan dan air pada bidang sudah melebihi batas normal, maka air yang ada di bidang 1,2,3,4, dan 5 akan disedot melalui dua pompa air, sedangkan pintu otomatis pada bidang 1 dan 2 akan otomatis tertutup agar air sungai tidak terus menerus mengalir. Ketinggian air pada setiap bidang dapat dipantau melalui internet, untuk memantau apakah air pada setiap bidang pada batas yang wajar. Berdasarkan hasil ujicoba prototype simulasi pengendali irigasi tanaman padi otomatis dapat bekerja sesuai dengan rancangan peneliti. Level ketinggian air dapat dipantau menggunakan PC maupun android secara jarak jauh.
Kata kunci: Irigasi, IoT, Smart Gate.

2
AQUATIC REFIER: ALAT PERBAIKAN KUALITAS AIR SUMUR MENJADI AIR LAYAK KONSUMSI YANG BERKELANJUTAN BERBASIS IOT (STUDI KASUS DESA PADOKAN KASIHAN BANTUL)
OLEH: MULISA KUSUMA WARDANI DAN SALWA SYAHIRA FIRDAUS
Abstrak
Air merupakan kebutuhan vital bagi seluruh makhluk hidup. Jika dilihat dari peta geografisnya, sekitar 21% dari persediaan air Asia Pasifik dimiliki oleh Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia lebih dari 200 juta, namun 119 juta penduduk belum memiliki akses terhadap air bersih layak konsumsi, hal tersebut dikarenakan berkurangnya potensi air bersih yang terus menurun dari tahun ke tahun sebesar 15%-35% per kapita setiap tahunnya (Indonesia Natural Environment Status Book, 2009). Berkurangnya ketersediaan air bersih dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu daerah yang memiliki permasalahan tentang kurangnya ketersediaan air bersih yakni Desa Padokan, Kecamatan Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal tersebut dikarenakan adanya limbah cair sisa produksi dari Pabrik Gula Madukismo yang dibuang ke aliran Sungai Bedok tanpa diolah terlebih dahulu. Oleh karena itu perlunya diadakan upaya pemurnian dan perbaikan kualitas air sumur, salah satunya dengan menggunakan metode Multi Soil Layering (MSL) berbasis Internet of Things. Hal ini sejalan dengan tujuan SDGs (Sustainable Development Goals) 2030 nomor 6, yaitu menjamin ketersediaan serta pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua. Penelitian ini bersifat penelitian dan pengembangan atau Research and Development (RND) yaitu metode penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Metode yang digunakan terjabarkan dari uji kelayakan, uji hipotesis keberhasilan, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil uji coba yang telah dilakukan, diperoleh data keakuratan sensor pH, TDS, photodioda dan data hasil uji sensor tersebut terhadap 6 sampel air sumur warga yang tercemar, serta diperoleh rancang keseluruhan sistem Aquatic refier berbasis Internet of Things.
Kata kunci: Air layak konsumsi, Pabrik Gula Madukismo, Multi Soil Layering, Internet of Things.

3
BIOSINTESIS NANOPARTIKEL PERAK (AG) DENGAN REDUKTOR EKSTRAK DAUN BIDARA (ZIZIPHUS SPINACHRISTI) DAN POLIETILEN GLIKOL 6000 SEBAGAI PENDETEKSI TIMBAL (PB) KUALITAS AIR
OLEH: NAILIL KHILMA DAN NISA ULZAHRO
Abstrak
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki sektor perairan luas dan garis pantai yang panjang. Meskipun demikian, beberapa sektor perairan masih terbengkalai, beberapa kasus pencemaran air di Indonesia semakin meningkat. Salah satu bahan pencemar yang berbahaya adalah timbal. Limbah cair tersebut menjadi aliran dari timbunan sampah yang menimbulkan pencemaran air bersih ataupun air tanah. Masuknya timbal ke dalam tubuh manusia melalui air minum atau makanan menyebabkan gangguan pada organ dan sistem syaraf. Maka dari itu peneliti berupaya untuk membuat deteksi timbal sebagai penunjang pengetahuan timbal pada pac kualitas air. Salah satu pengaplikasian di era pengaruh kemajuan teknologi dalam bidang sensor adalah nanopartikel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi timbal pada kualitas air menggunakan biosintesis nanopartikel perak dengan reduktor daun bidara dan polietilen glikol-6000. Reaksi nanopartikel perak daun bidara dan timbal membuat larutan semakin pudar yang dapat dideteksi secara kalorimetri. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan kurva kalibrasi. Spektrofotometri UV-Vis digunakan sebagai metode pembanding dalam pembuatan kurva kalibrasi. Berdasarkan hasil yang didapatkan, larutan timbal yang dimasukkan ke dalam larutan ekstrak daun Bidara yang mengandung nanopartikel Ag, terjadi perubahan puncak absorbansi. Perubahan puncak absorbansi menunjukkan terjadinya agregasi nanopartikel Ag dengan ion-ion Pb+ sehingga menghasilkan panjang gelombang yang lebih besar. Sedangkan akurasi metode kalorimetri ditunjukkan dari linearitas kurva kalibrasinya yang mirip dengan metode sprektofotometri dengan R2 tertinggi 0,9438. Hasil analisis kurva kalibrasi citra digital menunjukkan bahwa larutan nanopartikel Ag yang terkandung di dalam ekstrak daun Bidara dapat mendeteksi keberadaan ion logam Pb2+.
Kata kunci: Daun Bidara, Timbal, PEG-600, dan Kualitas Air.

4
KACAMATA PERIODIK UNSUR BERBASIS FILTER INSTAGRAM GUNA MEMPERMUDAH DAN MEMPELAJARI UNSUR-UNSUR KIMIA DI ERA SOCIETY 5.0
OLEH: SALWA SYAHIRA FIRDAUS, HANIF KUDUHUSADA, DAN LAYLINUR SYIFAYA
Abstrak
Pelajaran kimia merupakan salah satu cabang ilmu yang dianggap sukar oleh para pelajar terutama pada materi unsur-unsur kimia karena perlu menghafalkan nama unsur-unsur tersebut. Banyak guru yang meminta siswa mempelajarinya secara individu sehingga menimbulkan ketidaktertarikan pada siswa dan merasa kesulitan dalam mengingat. Metode mengingat dan mempelajari yang dilakukan siswa tidak hanya melihat dari modul saja, seiring dengan kemajuan teknologi yang pesat membuat siswa lebih tertarik dengan teknologi internet pada smartphone mereka. Selain itu, saat ini kita telah dihadapi era society 5.0 yang identik dengan sinergi peradaban manusia dengan kemajuan teknologi digital melalui media sosial. Hal tersebut maka peneliti membuat tabel periodik unsur yang akan diimplementasikan pada filter instagram dengan model kacamata untuk memudahkan dan menarik minat para siswa. Peneliti memilih instagram sebagai media pembelajaran karena merupakan salah satu media sosial yang di gemari oleh banyak kalangan. Dengan adanya filter instagram ini dapat menjadi salah satu upaya dalam menghadapi era society 5.0 yaitu dengan menerapkan suatu sistem perhitungan dan pemikiran yang lebih efektif pada perancangan, pembuatan, dan uji coba kepada pengguna. Tahap perancangan dilakukan dengan mencari informasi mengenai cara pembuatan filter instagram menggunakan Modern Information Methods. Sedangkan pada tahap pembuatan dilakukan dengan memanfaatkan bantuan teknologi informasi. Kemudian pada proses uji coba, dilakukan survey tanggapan kepada seluruh siswa kelas 10 MAN 4 Bantul guna mengetahui perkembangan siswa dalam mengingat dan mempelajari tabel periodik unsur sebelum dan sesudah menggunakan filter instagram. Kesimpulan yang diperoleh yaitu sebanyak 92% siswa kelas 10 MAN 4 Bantul menyatakan lebih mudah menghafalkan dan menarik minatnya melalui filter instagram.
Kata kunci:Tabel Periodik Unsur, Society 5.0, Filter Instagram.

5
KARAKTERISASI FENOTIP LIDAH MERTUA HASIL INDUKSI MUTASI RADIASI SINAR GAMMA COBALT-60 SEBAGAI ADSORBEN KARBONMONOKSIDA BERBASIS PENGOLAHAN DATA CITRA DIGITAL
OLEH: NAILIL KHILMA, ULINNUHA FAUZIYAH, DAN ANIA AMALIA MUHAROМАН
Abstrak
Berdasarkan Laporan Kualitas udara Dunia IQAir 2021, Indonesia merupakan negara dengan tingkat pencemaran udara tertinggi ke-17 di dunia. Polutan yang dominan dengan permasalahan pencemaran udara saat ini adalah karbonmonoksida (Co). Karbonmonoksida memiliki afinitas terhadap hemoglobin 250-300 kali lebih kuat dari afinitas oksigen membentuk ikatan karboksihemoglobin, sehingga menghambat distribusi oksigen ke jaringan tubuh. Kasus keracunan karbonmonoksida di Indonesia tercatat sebanyak 81 orang menjadi korban akibat intoksikasi karbonmonoksida dari bulan Januari hingga September 2014, 16 orang diantaranya meninggal dunia. Upaya pencegahan pencemaran udara adalah dengan tanaman lidah mertua (Sansevieria trifasciata Prain) yang dinilai dapat menyumbang kontribusi besar dalam menyerap karbonmonoksida. Selain karena banyak masyarakat yang menggunakannya sebagai tanaman hias, lidah mertua juga memiliki pregnane glokosid yang mampu mereduksi polutan asam organik, gula, dan asam amino. Oleh karena itu, dilakukan penelitian guna memperoleh sumber keragaman baru tanaman lidah mertua. Untuk menghasilkan tanaman yang unggul dilakukan pemuliaan tanaman dengan menggunakan penyinaran sinar gamma Cobalt-60, yang dapat memperoleh sumber keragaman baru dari segi morfologi yang dihasilkan dari induksi mutasi pada bagian vegetatif tanaman lidah mertua. Sehingga dapat meningkatkan pengaruh lidah mertua sebagai adsorben karbonmonoksida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian radiasi sinar gamma dan dosis radiasi yang optimal untuk menginduksi keragaman fenotip tanaman lidah mertua ditinjau dari hasil pengolahan data citra digital. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal melaui eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Yang menjadi variabel eksperimen pada penelitian ini adalah perlakuan induksi mutasi radiasi gamma Cobalt-60 terhadap tanaman lidah mertua. Yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pengamatan dilakukan setelah berumur 90 HST (3 bulan). Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif yang diperkuat dengan data hasil pengolahan data citra digital. Hasil dari penelitian ini adalah iradiasi sinar gamma terbukti berpengaruh terhadap jumlah tunas, jumlah daun, luas daun, dan presentase tumbuh lidah mertua. Tetapi pada parameter kualitatifnya hanya berpengaruh pada warna daun dan corak daun tanaman. Warna daun yang dihasilkan berupa poison Ivy (#00ad43), peter pan (#19a700), dan preacock green (#006a50). Dosis radiasi sinar gamma yang optimal untuk meningkatkan jurnlah tunas yaitu 10-30 Gy, sedangkan untuk jumlah daun 10-20 Gy dan 10 Gy untuk luas daun. Hasil tanaman lidah mertua yang paling berbeda dengan kelompok kontrol yaitu sempel 5 dengan 10 Gy. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa lidah mertua dengan radiasi sinar gamma Cobalt-60 mampu menyerap karbonmonoksida lebih banyak.
Kata kunci:Lidah Mertua, Induk Mutasi, Sinar Gama Cobalt-60, Adsorben Karbonmonoksida, Pengolahan Data Citra Global.

6
MARITIME SURVEILLANCE SYSTEM DENGAN WIRELLES SENSOR NETWORK 3 NODAL DAN VISIBLE INFRARED IMAGING RADIOMETER SUITE (VIIRS) GUNA MENINGKATKAN SISTEM KEAMANAN KAPAL PATROLI DI ERA SOCIETY 5.0
OLEH: NISA ULZAHRO, KARIMA FAHAMA RIFA, DAN INDRY PUSPITA S
Abstrak
Negara Indonesia merupakan kepulauan yang berada di antara benua Asia dan Australia, serta Samudra Hindia dan Samudera Pasifik Wilayah perairan Indonesia memiliki luas hingga 6,4 juta km2 dengan panjang garis pantai sejauh 81.000 km dan memiliki lebih dari 17 ribu pulau, dengan empat titik choke points di dalamnya yang dilalui oleh kapal-kapal asing. Indonesia sendiri sebagai salah satu pusat gravitasi di kawasan Asia Pasifik yang didominasi oleh wilayah laut sehingga berpotensi besar terjadi ancaman melalui laut. Selain itu arus perkembangan globalisasi menjadi salah satu faktor yang memberikan ruang gerak semakin bebas bagi berbagai bentuk ancaman yang datang untuk masuk dan mengganggu keamanan nasional. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar tidak boleh menutup mata dengan adanya ancaman yang dapat masuk melalui jalur jalur perairan strategisnya. Perkembangan ekonomi Indonesia dan kawasan regional berdampak pada keamanan nasional, termasuk sektor keamanan maritim. Indonesia memiliki tanggung jawab untuk mengelola keamanan maritim dengan berbagai dimensi termasuk perspektif keamanan dan pertahanan. Meningkatnya kapasitas kekuatan pertahanan maritim menjadi kunci untuk pemerintah agar terus mengawal langkah ke depan Indonesia dalam menghadapi rangkaian perubahan lingkungan strategis. Oleh karena itu dalarn pemantauan lingkungan laut, peneliti menggunakan jaringan sensor nirkabel, yaitu teknologi yang sedang dikembangkan untuk mendeteksi kapal asing di wilayah pengawasannya. Sistem ini terdiri dari node- node sensor yang terletakdi atas permukaan laut, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh gelombang kapal yang dihasilkan di permukaan laut, yang berkomunikasi dengan cluster head yang terletak di wilayah geografisnya, juga terhubung dengan sink (data penerimaan sistem) secara nirkabel. Fenomena gelombang kapal yang direspon sensor terdeteksi saat kapal asing memasuki area pemantauan. Sistern sebelumnya memiliki fitur estimasi kecepatan kapal yang membuat sistem secara otomatis menghitung kecepatan kapal ketika kapal terdeteksi oleh 4 sensor. Kemudian pada penelitian ini peneliti mengembangkan fungsi estimasi kecepatan pada sistem agar kecepatan kapal dapat diperkirakan dengan lebih efisien dan akurat. Metode pengembangan fitur yang dilakukan peneliti adalah estimasi kecepatan kapal, jika kapal menggunakan 3 sensor yang mendeteksi kapal sebagai penduga kecepatan. Selain itu sensor network 3 dapat dibantu menggunakan national polarorbiting partnership dengan visible infrared imaging radiometer suite dalam mengidentifikasi data penginderaan jauh baik dari sensor aktif maupun pasif. Instrumen ini memiliki band siang/malam yang mampu merekam cahaya di darat dan dapat mengidentifikasi adanya kapal selam. Penelitian ini dilakukan pada skala tertentu sesuai dengan ukuran kapal dan jarak sensor yang diimplementasikan dalam sistem pemantauan nyata. Hasilnya, metode estimasi kecepatan pada 3 knot dan visible infrared imaging radiometer suite dengan kecepatan kapal sebenarnya sebagaimana mestinya, persentase kesalahan yang diperoleh sebesar 53,33%.
Kata kunci:Pertahanan Maritime, Network 3, Visibleinfrared Imaging Radiometer Suite.

7
MYRESCAM: DETEKSI JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI DARI FOTO OBJEK BERBASIS PENGOLAHAN DATA CITRA DIGITAL
OLEH: AKIN DISTRIANINGSIH DAN SYAHDINA NUR CAHYANA
Abstrak
Kasus demam berdarah menjadi permasalahan yang cukup serius bagi kelangsungan hidup manusia. Menurut WHO, demam berdarah merupakan penyakit yang paling kritis dan paling cepat penularannya. Pengendalian vektor merupakan strategi utama untuk meminimalisir kasus DBD. Namun, strategi pengendalian vektor menjadi gagal karena berkembangnya resistensi terhadap insektisida sintetik pada nyamuk dewasa. Adapun mengendalikan nyamuk pada tahap yang belum matang karena mereka tidak dapat melarikan diri dari tempat perkembangbiakannya sampai nyamuk dewasa muncul. Secara umum kita bisa memperbanyak cara untuk mendeteksi dan mengklasifikasi jentik nyamuk secara otomatis. Sehingga, peneliti bermaksud mengembangkan sistem perangkat keras dan perangkat lunak untuk melakukan deteksi jentik nyamuk. Sistem ini mampu menghitung dan mendeteksi jentik Aedes aegypti sejak dini. Sistem perangkat pendeteksi MYRESCAM ini terdiri dari perangkat keras yang terdiri dari chumber, mikroskop optik, webcam C270 HD dengan kualitas 720P, dan LCD Arduino UNO ukuran 16x2. Sedangkan perangkat lunak (software) yang digunakan yaitu kamera, OptiLab Viewer, RGB Color Detector, MATLAB, dan Arduino UNO. Cara kerjanya yaitu input citra hasil pengambilan dengan mikroskop cahaya serta Webcam C270 HD. Selanjutnya citra diubah ke citra RGB dan dicari nilai RGBnya, pengubahan citra RGB ke citra Grayscle, Citra Grayscale ke citra biner, Kemudian proses filtering pada citra sehingga didapatkan hasil identifikasi dan banyaknya objek. Hasil nilai grayscale kemudian ditampilkan dalam bentuk histogram untuk mengetahui tingkat keabuannya. Setelah itu, kesimpulan hasil data akhir yang diperoleh ditampilkan melalui LCD Arduino UNO. Dengan adanya penelitian ini diharapkan kasus demam berdarah di Indonesia bisa di minimalisir dan bisa dikembangkan perangkat yang lebih baik untuk kebermanfaatan masyarakat secara lebih meluas.
Kata kunci:Aedes Aegypti, Kasus DBD, Citra RGB, Grayscale.

8
RANCANGAN SIPATRIOT: INTEGRASI PERTANIAN DAN PETERNAKAN BERBASIS IOT SEBAGAI STRATEGI SISTEM PERTANIAN YANG BERKELANJUTAN (STUDI KASUS LEMBU MAKMUR, SLEMAN)
OLEH: HANIF KUDUSUHADA, ARMA NUGA PRASTYA DAN MULISA KUSUMA WARDANI
Abstrak
Sistem pertanian terintegrasi merupakan seperangkat kegiatan agroekonomi yang saling terkait dimana setiap komponen memiliki koneksi satu sama lain dalam sistem pengaturan agraris yang terorganisir. Motif dari aksi ini biasanya bertujuan untuk meminimalisasi risiko serta meningkatkan profitabilitas dalam lingkup perspektif bidang agrikultural. Indonesia sendiri telah memberlakukan sistem integrasi tanaman ternak dengan menganut prinsip segala sesuatu yang diproduksi oleh alam akan kembali ke alam. Beberapa wilayah telah menerapkan sistem tersebut, salah satunya yaitu kawasan agro eduwisata Kulon Progo dengan mengolaborasikan antara ternak domba dan kebun kelapa yang telah beroperasi selama lima tahun terakhir. Namun dalam penerapannya, sistem tersebut memiliki beberapa kekurangan terutama dalam hal penyediaan listrik. Maka dari itu, peneliti memiliki sebuah gagasan pengembangan berupa SIPATRIOT yaitu sebuah sistem integrasi pertanian dan peternakan berbasis lot untuk mewujudkan strategi pertanian yang berkelanjutan. Penelitian ini bersifat penelitian dan pengembangan atau Research and Development (RND) yaitu metode penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Metode yang digunakan terjabarkan dari uji kelayakan, uji hipotesis keberhasilan, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari uji coba yang telah dilakukan, diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa limbah dari peternakan domba dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan pembuatan pupuk dan biogas pembangkit listrik untuk menggerakkan alat pemberi pakan ternak otomatis yang dapat dipantau melalui android berbasis Internet of Things. Dengan mempertimbangkan hasil yang didapatkan, pengembangan integrasi pertanian dan peternakan biogas berbasis loT yang diimplementasikan terhadap agro eduwisata Kulon Progo, dapat mewujudkan strategi pertanian yang berkelanjutan di Indonesia.
Kata kunci:Internet of Things, Integrasi, Biogas, Pakan Ternak Otomatis.

9
SMACULTURES (SMART AGRICULTURE SYSTEM): INOVASI SISTEM PERTANIAN DENGAN PEMBERIAN ASAP CAIR DAN BIOCHAR SEBAGAI PERBAIKAN UNSUR HARA MAKRO PADA LAHAN GAMBUT BERBASIS INTERNET OF THINGS
OLEH: SALWA SYAHIRA FIRDAUS, DEVIA AMIRA EVE, DAN KHOMSATUN ROHMAH
Abstrak
Negara Indonesia merupakan kepulauan yang berada di antara benua Asia dan Australia, serta Samudra Hindia dan Samudera Pasifik Wilayah perairan Indonesia memiliki luas hingga 6,4 juta km2 dengan panjang garis pantal sejauh 81.000 km dan memiliki lebih dari 17 ribu pulau, dengan empat titik choke points di dalamnya yang dilalui oleh kapal-kapal asing. Indonesia sendiri sebagai salah satu pusat gravitasi di kawasan Asia Pasifik yang didominasi oleh wilayah laut sehingga berpotensi besar terjadi ancaman melalui laut. Selain itu arus perkembangan globalisasi menjadi salah satu faktor yang memberikan ruang gerak semakin bebas bagi berbagai bentuk ancaman yang datang untuk masuk dan mengganggu keamanan nasional. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar tidak boleh menutup mata dengan adanya ancaman yang dapat masuk melalui jalur jalur perairan strategisnya. Perkembangan ekonomi Indonesia dan kawasan regional berdampak pada keamanan nasional, termasuk sektor keamanan maritim. Indonesia memiliki tanggung jawab untuk mengelola keamanan maritim dengan berbagai dimensi termasuk perspektif keamanan dan pertahanan. Meningkatnya kapasitas kekuatan pertahanan maritim menjadi kunci untuk pemerintah agar terus mengawal langkah ke depan Indonesia dalam menghadapi rangkaian perubahan lingkungan strategis. Oleh karena itu dalam pemantauan lingkungan laut, peneliti menggunakan jaringan sensor nirkabel, yaitu teknologi yang sedang dikembangkan untuk mendeteksi kapal asing di wilayah pengawasannya. Sistem ini terdiri dari node-node sensor yang terletak di atas permukaan laut, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh gelombang kapal yang dihasilkan di permukaan laut, yang berkomunikasi dengan cluster head yang terletak di wilayah geografisnya, juga terhubung dengan sink (data penerimaan sistem) secara nirkabel. Fenomena gelombang kapal yang direspon sensor terdeteksi saat kapal asing memasuki area pemantauan. Sistem sebelumnya memiliki fitur estimasi kecepatan kapal yang membuat sistem secara otomatis menghitung kecepatan kapal ketika kapal terdeteksi oleh 4 sensor. Kemudian pada penelitian ini peneliti mengembangkan fungsi estimasi kecepatan pada sistem agar kecepatan kapal dapat diperkirakan dengan lebih efisien dan akurat. Metode pengembangan fitur yang dilakukan peneliti adalah estimasi kecepatan kapal, jika kapal menggunakan 3 sensor yang mendeteksi kapal sebagai penduga kecepatan. Selain itu sensor network 3 dapat dibantu menggunakan national polarorbiting partnership dengan visible infrared imaging radiometer suite dalam mengidentifikasi data penginderaan jauh baik dari sensor aktif maupun pasif. Instrumen ini memiliki band siang/malam yang mampu merekam cahaya di darat dan dapat mengidentifikasi adanya kapal selam. Penelitian ini dilakukan pada skala tertentu sesuai dengan ukuran kapal dan jarak sensor yang diimplementasikan dalam sistem pemantauan nyata. Hasilnya, metode estimasi kecepatan pada 3 knot dan visible infrared imaging radiometer suite dengan kecepatan kapal sebenarnya sebagaimana mestinya, persentase kesalahan yang diperoleh sebesar 53,33%.
Kata kunci:Asap Cair, Biochar, Internet of Things, SMACULTURES.

10
SMART ECO-FISHERY: RANCANG SISTEM BUDIDAYA IKAN NILA BERBASIS IOT GUNA MEWUJUDKAN AKUAKULTUR BERKELANJUTAN
OLEH: SALWA SYAHIRA FIRDAUS, MULISA KUSUMA WARDANI, DAN ARMA NUGA PRASTYA
Abstrak
Budidaya perikanan merupakan upaya manusia dalam mengembangbiakkan dan memelihara ikan guna meningkatkan produktivitas alamiah pada suatu perairan, salah satunya yaitu budidaya ikan nila gift. Mengingat dari sisi teknis dan ekonomis produksi ikan nila gift di Indonesia memiliki sejumlah keunggulan dan terbuka lebar untuk dipasarkan pada lingkup domestik maupun dijadikan komoditas ekspor ke berbagai negara tujuan. Namun terdapat permasalahan dalam pemberian pakan yang menimbulkan tidak meratanya pertumbuhan ikan nilla gift karena kesalahan dari manusia (human error). Selain itu, terdapatnya virus dan kondisi alam seperti yang dapat menimbulkan penurunan produksi secara nasional. Maka dari itu peneliti memiliki solusi berupa pengembangan teknologi inovatif Smart Eco-fishery yang memanfaatkan hybrid sebagai sumber energy penggerak sistem. Tujuan dibuatnya Smart Eco-fishery untuk membudidayakan ikan nila dengan menggunakan pengembangan teknologi ramah lingkungan berbasis Internet of Things yang dapat dipantau melalui aplikasi android sebagai upaya mewujudkan akuakultur yang berkelanjutan. Penelitian ini bersifat Research and Development (RND) yaitu metode penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Metode yang digunakan terjabarkan dari uji kelayakan, uji hipotesis keberhasilan, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada Smart Eco- fishery dirancang dengan berbagai komponen seperti arduino mega, sensor pH, sensor suhu, sensor kadar oksigen terlarut, sensor ultrasonik sebagai pendeteksi level air, buzzer sebagai indikator, modul RTC untuk mengatur jadwal pemberian pakan ikan dan Pompa DC sebagai output serta menerapkan teknik simplex untuk komunikasi serial. Hasil dari pengujian unit sistem didapati energi yang dihasilkan oleh hybrid mampu menggerakkan kincir air untuk pemenuhan oksigen pada ikan nila dan memberikan energy listrik pada sensor yang digunakan dalam Smart Eco-fishery. Nilai pengujian sensor pH didapatkan error rata-rata 2,4%, pada pengujian sensor kekeruhan air didapatkan error rata-rata 3.27%, pada pengujian sensor ultrasonik dan modul RTC didapatkan hasil yang akurat. Data hasil pembacaan sensor juga dapat terkirim secara nirkabel menggunakan MIT App Inventor yang kemudian ditampilkan pada aplikasi android.
Kata kunci:Ikan Nila, Energy Hybrid, Internet of Things, Akuakultur Berkelanjutan.

11
STABIN: ALAT PENGHASIL LISTRIK MELALUI PEMBAKARAN SAMPAH BERBASIS SEL PELTIER TERINTEGRASI INTERNET OF THINGS GUNA MEWUJUDKAN ENERGI BERKELANJUTAN
OLEH: MULISA KUSUMA WARDANI DAN FARRAS NABILA ZAHRA
Abstrak
Indonesia dikenal sebagai Negara agraris yaitu Negara yang sebagian besar penduduknya bergerak di sektor pertanian. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, masyarakat Indonesia yang bekerja di bidang pertaniann mencapai angka 40,64 juta orang atau sebanyak 29,96%. Pengolahan limbah yang kurang optimal dapat menyebabkan masalah lingkungan yang dapat merugikan kehidupan manusia. Namun, limbah pertanian sendiri sebenarnya dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai sumber energi terbarukan. Energy listrik merupakan salah satu hasil pemanfaatan kekayaan alam yang memiliki peranan penting dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional. Menurut data RUPTL PLN tahun 2018, konsumsi energy listrik Indonesia mengalami peningkatan sejak 5 tahun terakhir sebesar 6,7%. Dilain sisi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat memotivasi manusia dalam mengatasi masalah yang timbul di sekitarnya. Latar belakang tersebut menjadi landasan pemikiran bagi peneliti untuk membuat STABIN yaitu sebuah alat penghasil energy listrik melalui proses pembakaran limbah kering pertanian. Alat ini dilengkapi dengan sensor tegangan dan sensor kuat arus listrik yang terintegrasi oleh Internet of Things sehingga memungkinkan penggunanya dapat memantau secara real time melalui aplikasi telegram. Dengan adanya alat ini memungkinkan untuk merealisasikan sustainable development goal’s berupa menyediakan sumber energi yang layak dan berkelanjutan. Metode yang digunakan yaitu Rnd yang dilaksanakan sejak bulan Juli hingga November 2023 di Laoratorium MAN 4 Bantul. Melalui penelitian yang telah dilakukan didapat bahwa rangkaian seri sel peltier pada alat lebih optimal dalam menghasilkan energy listrik dengan data tegangan dan arus maksimum yang dapat dihasilkan sebesar 9 V dan 5 A. Data arus dan tegangan dari alat dapat ditampilkan di aplikasi telegram melalui sensor tegangan dan arus yang telah dikalibrasi. Setelah dilakukan pengujian sistem STABIN sebagai alat pembakaran limbah kering pertanian penghasil energy listrik terintegrasi IoT diperoleh nilai optimal sebesar 100% atau setiap pengujian pada sistem telah berhasil dilakukan. Kesimpulan pada penelitian ini, STABIN dapat memberikan terobosan baru dalam dunia teknologi untuk mengurangi penumpukan limbah pertanian dan mengubah limbah tersebut menjadi energy listrik yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dengan adanya STABIN ini dapat mewujudkan sumber energy berkelanjutan.
Kata kunci:Limbah, Energy Listrik, Telegram, Internet of Things.

12
VELIFEPACK: PEMANFAATAN LIMBAH PELEPAH PISANG BERPEREKAT GADUNG SEBAGAI BIOFOAM PENGGANTI KEMASAN STYROFOAM GUNA MEWUJUDKAN SDG’S DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
OLEH: SALWA SYAHIRA FIRDAUS DAN MULISA KUSUMA WARDANI
Abstrak
Styrofoam merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan untuk membuat kemasan (packaging) terutama dalam industri pangan. Styrofoam merupakan bahan pengemas yang memiliki berbagai keunggulan. Namun, styrofoam memiliki dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan dikarenakan sifatnya yang tak terbarukan (non renewable resources), tidak ramah lingkungan (not environmentally friendly), serta molekul stirena yang mudah bereaksi dengan panas. Hal tersebut dapat menyebabkan masalah keberlanjutan atau sustainability yang disebabkan penumpukan sampah kemasan. Di sisi lain, terdapat berbagai limbah organik yang belum dimanfaatkan secara optimal, salah satunya yaitu limbah pelepah pisang pisang. Dalam serat pelepah pisang mengandung kadar selulosa sebesar 60-65%. Kandungan serat yang cukup tinggi dalam tanaman ini diharapkan dapat dijadikan sumber selulosa sebagal alternatif baru dalam bahan pembuatan biofoam atau kemasan ramah lingkungan pengganti styrofoam. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis sebagai generasi milenial menggagas sebuah inovasi dengan judul “Velifepack Pemanfaatan Limbah Pelepah Pisang Sebagal Biofoam Pengganti Kemasan Styrofoam Guna Mewujudkan SDG’S di Era Revolusi Industri 4.0”. Penelitian ini bertujuan untuk pemulihan dan pengoptimalan degradasi lahan agar tercapai suatu rantai kehidupan dimana bahan alam yang hilang akan terganti dengan yang baru, mengurangi sampah non organik styrofoam yang sulit diuraikan alam, dan mengatasi permasalahan penumpukan limbah organik pelepah pisang yang kurang dimanfaatkan. Hal ini sejalan dengan tujuan SDG’s (Sustainable Development Goals) 2030 nomor 15, yaitu untuk melindungi, merestorasi dan meningkatkan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem daratan, mengelola hutan secara lestari, menghentikan penggurunan, memulihkan degradasi lahan, serta menghentikan kehilangan keanekaragaman hayati. Dalam penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RND) dimana proses analisis data dimulai dari uji kelayakan, uji hipotesis keberhasilan, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun cara membuat biofoam dengan mengekstrak pelepah pisang menggunakan larutan NaOH, lalu dicampurkan dengan bahan lainnya (tapioka, magnesium stearat, polivinil alkohol (PVA), dan aquades). Pembuatan biofoam dibuat dengan konsentrasi pelepah pisang yang berbeda yaitu 0% 3%, 5%, dan 7%. Dalam setiap adonan biofoam akan diberikan benih tanaman sayuran, yang nantinya akan tumbuh dan berkembang menjadi tanaman baru saat biofoam dikubur dalam tanah dengan jangka waktu sesuai parameter yang telah ditetukan. Disetiap jenis biofoam diberlakukan pengujian yang sama berupa uji daya tahan air, uji tekan, biodegradasi, dan waktu pertumbuhan benih. Dari hasil pengujian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa biofoam dengan konsentrasi pelepah pisang 7% merupakan biofoam yang optimal dengan hasil uji yang stabil dan produk velifepack dapat dijadikan kemasan ramah lingkungan yang berkelanjutan sebagai pengganti Styrofoam di era revolusi industri 4.0.
Kata kunci:Styrofoam, Biofoam, Pelepeah Pisang, SDG’s, Era Revolusi Industri 4.0.

13
WAFERBALL: WATER FILTER BALL INOVASI SISTEM FILTRASI AIR TANDON DENGAN AMPAS BATANG PISANG DAN ZEOLIT SEBAGAI ADSORBEN BESI (Fe) BERBASIS INTERNET OF THINGS
OLEH: INDRY PUSPITA SARI DAN HAIKAL BARRAQ MAKSUM
Abstrak
Air bersih memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Jika dilihat dari peta geografisnya, sekitar 21% dari persediaan air di Asia Pasifik dimiliki oleh Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia lebih dari 200 juta, namun 119 juta penduduk belum memiliki akses terhadap air bersih layak konsumsi. Hal tersebut dikarenakan berkurangnya potensi air bersih yang terus menurun dari tahun ke tahun sebesar 15%-35% per kapita setiap tahunnya (Indonesia Natural Environtment Status Book, 2009). Berkurangnya ketersediaan air bersih dapat disebabkan oleh berbagai faktor yaitu curah hujan yang tinggi, kemiringan tanah, vegetasi, dan jenis tanah bebatuan. Disisi lain air yang akan digunakan harus memiliki kriteria layak dikonsumsi, seperti tidak mengandung bakteri, tidak memiliki bau, tidak berwarna, dan memiliki pH netral yaitu 7. Namun, air yang diperoleh dari beberapa sumber air belum tentu memenuhi kriteria air bersih yang layak dikonsumsi, sebagian daerah yang saat ini mengalami kesulitan untuk mengatasi air keruh berada di wilayah Kelurahan Banguntapan, salah satunya air yang berasal dari sumur MAN 4 Bantul, Yogyakarta. Penyebab air sumur sekolah ini keruh, mengandung rasa besi (Fe) karena dari letak tanah yang dulunya adalah rawa, tanah yang dulunya rawa tidak dapat dimanfaatkan berbagai macam kebutuhan salah satunya dikonsumsi airnya karena selalu tergenang dan secara umum kualitas air rawa tidak begitu layak untuk dikonsumsi karena beberapa logam kandungannya cukup tinggi dalam air rawa. Oleh karena itu, perlunya diadakan upaya pemurnian dan perbaikan kualitas air salah satunya melalui filtrasi dengan media arang batang pisang dan zeolit. Filtrasi ini akan mengkaji tingkat kekeruhan pada air dengan bentuk bola-bola berbasis Internet of Things yang nantinya melalui bola-bola yang dimasukkan pompa mini, alat filter lain dan bahan karbon aktif untuk menyaring. Hal ini sejalan dengan tujuan SDGs (Sustainable Development Goals) 2030 nomor 6, yaitu menjamin ketersediaan serta pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua. Penelitian ini bersifat penelitian dan pengembangan atau Research and Development (RND) yaitu metode penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Metode yang digunakan terjabarkan dari uji kelayakan, uji hipotesis keberhasilan, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Kata kunci:Batang Pisang, Air Bersih, Internet of Things, Karbon Aktif, dan Zeolit.

14
ANALISIS KESIAPAN INDONESIA DALAM UPAYA PENGEMBANGAN TRANSPORTASI LISTRIK MENURUT SUDUT PANDANG MASYARAKAT YOGYAKARTA GUNA MEWUJUDKAN TRANSISI ENERGI BERKELANJUTAN
OLEH: SEPTIANA RAMADHANI DAN KARIMA FAHAMA RIFA
Abstrak
Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Hal tersebut berakibat pada meningkatnya kebutuhan energi, yang mana sektor transportasi menduduki konsumsi energi terbayak. Energi yang digunakan oleh transportasi berasal dari fossil yang pembakarannya menghasilkan polutan yang berbahaya. Oleh karena itu, diperlukan transisi energi dari fossil ke kendaraan listrik sebagai alternatif untuk menjaga keberlanjutan energi di masa depan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggapan masyarakat Yogyakarta dan menganalisis kesiapan Indonesia dalam upaya pengembangan transportasi listrik di Indonesia. Metode dari penelitian ini yaitu dengan metode kuesioner kemudian data diolah dengan perangkat lunak statistik Rstudio versi 4.2.2. Terdapat 31 responden dan empat variabel yang dijadikan dalam penelitian yaitu kebijakan pemerintah, insentif, sarana dan prasarana, serta penelitian dan pengembangan. Berdasarkan data yang diperoleh dan dilakukan pengolahan data, didapatkan hasil penelitian yaitu 1) Masyarakat Yogyakarta setuju dengan pentingnya kendaraan listrik di Indonesia namun kendaraan listrik belum bisa dijangkau oleh semua kalangan, masyarakat Yogyakarta juga setuju dengan kebijakan pemerintah dan insentif dari pemerintah terkait kendaraan listrik serta mendukung adanya pengembangan dan penelitian yang dilakukan. 2) Hasil keseluruhan dari semua variabel angka kesiapan diperoleh nilai 2.65 dari skala 1-4. Untuk variabel kebijakan pemerintah diperoleh 2.65, variabel insentif sebesar 2.69, variabel sarana dan prasarana sebesar 2.21, dan variabel penelitian dan pengembangan sebesar 3.07. Berdasarkan data tersebut, Indonesia sudah siap dalam upaya pengembangan kendaraan listrik. Untuk mempercepat upaya pengembangan kendaraan listrik di Indonesia hal yang diperlukan adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasana, sehingga akan terwujud energi yang berkelanjutan di Indonesia.
Kata kunci:Transportasi Listrik, Masyarakat Yogyakarta, Analisis Kesiapan.

15
AUGMENTED REALITY SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN 3D UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI BIOLOGI
OLEH: AVIVAH DWI APRIANI, NAILIL KHILMA, DAN SEPTIANA RAMADHANI
Abstrak
Pendidikan pada era globalisasi menghadapi perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi sangat berpengaruh pada strategi penyusunan dan implementasi sektor pendidikan. Sedangkan proses pembelajaran masih menggunakan media konvensional. Terutama di MAN 4 Bantul yang pembelajarannya masih menggunakan media konvensional seperti papan tulis, buku, dan media lainnya. Hal ini membuat siswa mudah bosan dan jenuh dalam memahami materi yang disampaikan. Maka dari itu, peneliti berupaya membuat media pembelajaran 3D berbasis Augmented Reality (AR) dengan tujuan mengurangi kebosanan siswa ketika pembelajaran dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipaparkan melalui Augmented Reality (AR). Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan membagi kelas menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Berdasarkan hasil yang didapatkan, jumlah jawaban benar keseluruhan kelompok kontrol mencapai 82 dengan persentase rata-rata jawaban benar perorang mencapai 51,25%, sedangkan jumlah jawaban benar keseluruhan kelompok eksperimen lebih meningkat signifikan mencapai 136 dengan persentase rata-rata jawaban benar perorang mencapai 85%. Sedangkan berdasarkan kuesioner yang dibagikan, sebanyak 81% responden berpendapat cukup membantu memahami materi biologi terutama metabolisme, sebanyak 87% responden berpendapat cukup menyenangkan jika digunakan ketika pembelajaran, sebanyak 81% responden berpendapat dapat meningkatkan pemahaman materi biologi terutama metabolisme, dan sebanyak 94% responden berpendapat bahwa media ini lebih menarik dari pada penggunaan buku dan e-book.
Kata kunci:Augmented Reality, Materi Biologi, Media Pembelajaran 3D.

16
MONOPOLY JOGJA FAILO (JOGJA INTERFAITH DIALOGUE): DIALOG LINTAS AGAMA BERBASIS PERMAINAN ΜΟΝΟΡOLI GUNA INTERNALISASI NILAI BUDAYA LOKAL DAN MODERASI BERAGAMA
OLEH: KARIMA FAHAMA RIFA
Abstrak
Indonesia merupakan negara majemuk, di dalamnya terdapat banyak keberagaman yang terdiri dari berbagai ras, suku, dan agama, sehingga sikap toleransi sangat penting untuk memahami segala perbedaan, dan budaya. Namun, keberagaman dapat menimbulkan konflik apabila masyarakat tidak lagi menjunjung tinggi prinsip “Bhineka Tunggal Ika” sebagai pedoman solidaritas dan persatuan bangsa. Maka dari itu, peneliti berupaya membuat Monopoly Jogja Falio. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan kuesioner yang memerlukan responden yaitu siswa SMAN 1 Banguntapan yang berjumlah 20 siswa. Pada tahap pembuatan dilakukan dengan memanfaatkan bantuan teknologi informasi yaitu aplikasi canva. Hasil penelitian yang telah dilakukan adalah hasil kuesioner analisis pengetahuan Moderasi beragama menunjukkan dari 20 siswa sebanyak 17 siswa (85%) sudah mengetahui moderasi beragama dan 3 siswa (15%) tidak mengetahui. Tetapi dari hasil kusioner sebagian siswa SMA 1 Banguntapan belum menginternalisasikan nilai moderasi Bergama dalam kehidupan sehari-hari, sebanyak 10 siswa (50%) setuju telah menginternalisasikan nilai moderasi beragam dan sebanyak 10 siswa (50%) tidak setuju. Dengan pertanyaan pra pengujian Monopoly Jogja Failo dianalisis secara kuantitatif dihasilkannya bahwa sebanyak 18 siswa (90%) setuju jika Monopoly Jogja Failo dapat menumbuhkan toleransi antar umat beragama. Sebanyak 19 siswa (95%) setuju bahwa permainan Monopoly Jogja Failo dapat menambah pengetahuan mengenai moderasi beragama. Dari data tersebut menunjukkan bahwa permainan Monopoly Jogja Failo efektif digunakan sebagai media permainan yang dapat menumbuhkan toleransi antar umat beragama dan menambah pengetahuan mengenai moderasi beragama.
Kata kunci:Monopoly Jogja Failo, Moderasi Beragama.

17
PROFIL KADAR NIKEL DAN POPULASI MIKORIZA TANAH PADA LAHAN AGRIKULTUR KAWASAN HUTAN SEKUNDER MERAPI PASCA ERUPSI 2020 SEBAGAI UPAYA PERBAIKAN KESUBURAN TANAH
OLEH: NAURAH ZAUZANIT SARWA, SYAHDINA NUR CAHYANA DAN SALWA SYAHIRA FIRDAUS
Abstrak
Erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010 telah menimbulkan dampak yang serius pada lahan pertanian di kawasan sekitargunung merapi. Namun, erupsi Gunung Merapi pada tahun 2020 juga menimbulkan dampak yang cukup serius pada lahan pertanian. Kerusakan hutan akibat erupsi Merapi dapat menyebabkan turunnya fungsi daerah tangkapan air, yang tentu akan menyebabkan masalah pada keberlangsungan mata air. Upaya pemulihan lahan dapat dilakukan dengan pemupukan menggunakan pupuk mikoriza. Mikroba-mikroba tanah banyak yang berperan di dalam penyediaan maupun penyerapan unsur hara bagi tanaman. Tiga unsur hara penting tanaman, yaitu Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) seluruhnya melibatkan aktivitas mikroba. Hara N tersedia melimpah di udara. Kurang lebih 74% kandungan udara adalah N. Mikroba tanah lain yang berperan di dalam penyediaan unsur hara adalah mikroba pelarut Fosfat (P) dan Kalium (K). Di sinilah peranan mikroba pelarut P. Mikroba ini akan melepaskan ikatan P dari mineral liat dan menyediakannya bagi tanaman. Kelompok mikrobalain yang juga berperan dalampenyerapan unsur Padalah Mikoriza yang bersimbiosis pada akar tanaman. Setidaknya ada dua jenis mikoriza yang sering dipakai untuk biofertilizer, yaitu: ektomikoriza dan endomikoriza. Mikoriza berperan dalam melarutkan P dan membantupenyerapan hara P oleh tanaman. Selain itu tanaman yang bermikoriza umumnya juga lebih tahan terhadap kekeringan. Maka dari itu, kami ingin meneliti bagaimana keberadaan nikel dan mikoriza pada lahan pertanian yang terkena dampak erupsi Gunung Merapi 2020.
Kata kunci:Nikel, Erupsi Merapi 2020, Mikoriza, FMA.

18
QUIZ GEOGRAFI BERBASIS FILTER INSTAGRAM GUNA MEWUJUDKAN MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI YANG MENYENANGKAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DI ERA
OLEH: NISA ULZAHRO
Abstrak
Pendidikan pada era globalisasi menghadapi perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi sangat berpengaruh pada strategi penyusunan dan implementasi sektor pendidikan. Sedangkan proses pembelajaran masih menggunakan media konvensional. Terutama di MAN 4 Bantul yang pembelajarannya masih menggunakan media konvensional seperti papan tulis, buku, dan media lainnya. Hal ini membuat siswa mudah bosan dan jenuh dalam memahami materi yang disampaikan. Maka dari itu, peneliti berupaya membuat media pembelajaran berbasis Filter Instagram dengan tujuan mengurangi kebosanan siswa ketika pembelajaran dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipaparkan melalui Quiz Geografi berbasis Filter Instagram dengan tujuan mengurangi kebosanan siswa ketika pembelajaran dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipaparkan melalui Quiz Filter Instagram. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan kuisoner yang memerlukan responden yaitu kelas 11 IPS 2 yang berjumlah 36 siswa. Tahap perancangan dilakukan dengan mencari informasi mengenai cara pembuatan filter instagram menggunakan Modern Information Methods. Sedangkan pada tahap pembuatan dilakukan dengan memanfaatkan bantuan teknologi informasi. Kemudian pada proses uji coba dilakukan survey tanggapan kepada seluruh siswa kelas 11 IPS 2 MAN 4 Bantul guna mengetahui perkembangan siswa dalam mengingat dan mempelajari materi gempa bumi. Hasil kuesioner menunjukkan, sebanyak 80% responden berpendapat bahwa media ini sangat membantu responden dalam memahami materi gempa bumi, sebanyak 85% responden berpendapat bahwa media ini sangat menyenangkan jika digunakan ketika pembelajaran, sebanyak 81% responden berpendapat bahwa media ini dapat meningkatkan pemahaman materi gempa bumi, dan sebanyak 88% responden berpendapat bahwa media ini lebih menarik dari pada penggunaan buku atau media konvensional lainnya.
Kata kunci:Quiz Geografi, Materi Gempa Bumi, Filter Instagram.

19
STRATEGI PENGELOLAAN ZISWAF SEBAGAI UPAYA MENGENTAS KEMISKINAN DI DESA KADUNGREJO BAURENO BOJONEGORO EKOΝΟΜΙ
OLEH: NAURAH ZAUZANIT SARWA DAN SYAHDINA NUR CAHYANA
Abstrak
Ketahanan ekonomi khususnya pada daerah pedesaan perlu ditingkatkan agar dapat mengatasi kemiskinan yang terjadi. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengoptimalisasi peran ZISWAF yang ada dan juga meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan ZISWAF. Daerah yang telah memiliki sistem dan kesadaran masyarakat tentang ZISWAF yang terbilang cukup baik yaitu terdapat di daerah Desa Kadungrejo Baureno Bojonegoro. Kajian mengenai literasi dan pelaksanaan ZISWAF di pedesaan sebagai penyokong kegiatan ekonomi masyarakat perlu dikaji mendalam. Penelitian ini mengkaji tentang profil literasi dan pelaksanaan ZISWAF sebagai upaya alternatif pendukung ketahanan ekonomi (studi kasus Desa Kadungrejo Baureno Bojonegoro). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Sumber data yang diperoleh melalui kata-kata, tindakan, sumber tertulis, foto dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara tak terstruktur. Teknik validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah tingkat pemahaman masyarakat di Desa Kadungrejo tergolong tinggi yaitu diperoleh bahwa dari 480 kepala keluarga, sebanyak 388 orang (81%) faham dan tahu tujuan dan fungsi ZISWAF. Selain itu sistem pelaksanaan ZISWAF terbagi menjadi dua, yakni penghimpunan dan penyaluran. Dari hasil observasi dan wawancara menyebutkan bahwa sistem penghimpunan zakat mall pada saat panen, yakni dua kali setahun, serta infak dan shadaqah yang dihimpun pada saat acara keagamaan di desa. Penyaluran hasil ZISWAF yaitu dilakukan dengan tiga bentuk produktif yaitu tanah wakaf untuk pertanian, uang untuk modal pertanian, serta ternak kambing untuk masyarakat miskin yang memiliki kemampuan beternak. Perubahan yang dapat dilihat dari adanya ZISWAF ini yaitu dibuktikan dengan menurunnya jumlah mustahik, meningkatnya rata-rata pendapatan masyarakat, serta meningkatnya lahan tanah wakaf untuk pertanian. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat pemahaman literasi ZISWAF sangat berpengaruh terhadap tingkat kesadaran masyarakat dalam melaksanakan ZISWAF.
Kata kunci:Literasi, ZISWAF, Ketahanan Ekonomi, Bojonegoro.

20
MAKNA DAKWAH TAFSIR ATH-THABARI SERTA REPRESENTASINYA TERHADAP KONSEP INTERNALISASI NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA BAGI GENERASI MILENIAL
OLEH: AVIVAH DWI APRIANI, ACHMAD FAISAL, DAN DEWI AULIA SETIANI
Abstrak
Di Era Milenial ini, dakwah merupakan salah satu metode yang tepat untuk menanamkan nilai internalisasi moderasi beragama di tengah-tengah arus radikalisme agama yang kian kuat. Gerakan terorisme dan radikalisme yang menjadi permasalahan seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, dilatarbelakangi oleh tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama atau sering dikenal dengan radikalisme agama. Melihat hal tersebut maka peneliti merasa tertarik untuk mengkaji lebih mendalam kata dakwah dengan pendekatan ayat-ayat al-Qur’an yang terkait. Guna mengungkap makna atau maksud kata dakwah secara murni untuk penerapannya dalam internalisasi nilai-nilai moderasi beragama. Peneliti mencoba mengkaji kata dakwah menggunakan pendekatan tafsir bil ma’tsur dengan memilih kitab Jami’ al-Bayan ‘An Ta’wil Ay al-Qur’an karya al-Thabari (Al-Juwani, 1990: 31). Dalam pembahasan ini, peneliti mengambil tafsir Jami’ al-Bayan ‘An Ta’wil Ay al-Qur’an karya Ath-Thabari dengan alasan mendasar yaitu sosok Ath-Thabari adalah ulama yang sulit dicari bandingannya, ia banyak meriwayatkan hadis, luas pengetahuannya dalam penukilan hadis dan pentarjih riwayat-riwayat, serta mempunyai pengetahuan yang luas dalam bidang sejarah para tokoh dan berita umat terdahulu, Penelitian ini akan mengungkap variasi makna dakwah dan menganalisis gambaran-gambaran setiap variasi maknanya yang sesuai dengan kehidupan masyarakat di Indonesia. Metode pemerolehan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu metode kepustakaan (library research). Kemudian akan dianalisis secara proporsional dan objektif. Hasil dari penelitian kami yaitu makna dakwah menurut penafsiran Ath-Thabari dapat disimpulkan bahwa dakwah memiliki beberapa makna yaitu dakwah bermakna do’a, dakwah bermakna ibadah, dakwah bermakna permohonan, dakwah bermakna ajakan, dan dakwah bermakna seruan. Makna Washatiyah/Moderasi menurut penafsiran Ath-Thabari dapat disimpulkan bahwa washatiyah yang berarti bersikap adil, baik, paling berilmu, dan berada ditengah-tengah. 3. Berdasarkan hasil kuesioner terdapat tiga indikator yaitu yang pertama sebagian besar siswa memiliki sikap moderasi beragama melalui sikap mudah dalam menerima saran dan menghormati agama lain dengan perolehan persentase tertinggi pada jawaban setuju yaitu 53,3%. Pada indikator kedua sebagian besar siswa memiliki sikap moderasi beragama melalui sikap antikekerasan seperti bermusyawarah dalam menyelesaikan persoalan dengan perolehan persentase tertinggi pada jawaban setuju yaitu 79,2%. Pada indikator ketiga sebagian besar siswa memiliki sikap moderasi beragama melalui komitmen kebangsaan dengan perolehan persentase tertinggi jawaban setuju yaitu 54,2%.
Kata kunci:Internalisasi, Moderasi Beragama, Tafsir Ibn Jarir Ath-Thabari.