Bantul (MAN 4 Bantul) - Ada yang unik dalam pembukaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Matamuda) di MAN 4 Bantul pada Senin (13/07/2026). Sebagai upaya nyata dalam menanamkan nilai-nilai ekoteologi kepada para murid baru, madrasah ini melakukan prosesi pelepasan tiga ekor burung merpati secara bersama-sama di halaman MAN 4 Bantul.
Pelepasan burung merpati tersebut dilakukan langsung oleh Kepala MAN 4 Bantul Syaefulani, Kepala Tata Usaha Retno Siwi Handayani, serta Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua Panitia Matamuda, Dwi Mulyono.
Aksi simbolis ini bukan sekadar hiburan, melainkan wujud komitmen MAN 4 Bantul dalam mengimplementasikan konsep ekoteologi kepedulian lingkungan berbasis nilai keagamaan—yang selaras dengan Asta Protas (Delapan Program Prioritas) Kementerian Agama.
Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, menjelaskan bahwa pengenalan ekoteologi sejak hari pertama masuk madrasah sangat penting agar para murid memiliki kepekaan terhadap kelestarian alam ciptaan Tuhan.
“Pelepasan burung merpati ini adalah simbol kebebasan yang bertanggung jawab sekaligus wujud nyata dari nilai ekoteologi yang kita junjung tinggi. Melalui Matamuda ini, kami ingin para murid baru tidak hanya saleh secara ritual, tetapi juga saleh secara sosial dan ekologis. Menjaga kelestarian alam adalah bagian dari iman, dan hal ini sejalan dengan komitmen Asta Protas Kementerian Agama yang menjadi panduan kita,” ungkap Syaefulani.
Dengan dimulainya rangkaian Matamuda yang berbasis lingkungan ini, para murid baru kelas X diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berprestasi, dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap ekosistem di sekitar mereka. (lel/ica)