Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

Komitmen Wujudkan Tata Kelola Bermutu, Ka TU MAN 4 Bantul Pertajam Kemampuan Persuratan Resmi

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Kamis, 9 Jul 2026 👁️ 9 kali dilihat
Komitmen Wujudkan Tata Kelola Bermutu, Ka TU MAN 4 Bantul Pertajam Kemampuan Persuratan Resmi

Bantul (MAN 4 Bantul) - Kepala Tata Usaha (Ka TU) MAN 4  Bantul Retno Siwi Handayani, S.E.,  mengikuti Pelatihan Penggunaan Bahasa Indonesia pada Tata Naskah Dinas dan Publikasi yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul pada Kamis (9/7/2026) bertempat Aula MAN 1 Bantul. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi aparatur dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, khususnya pada penyusunan naskah dinas serta publikasi resmi di lingkungan Kementerian Agama.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Aminudin, S.Ag., M.Si., yang menegaskan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai kaidah sebagai wujud profesionalisme dan kualitas pelayanan publik. Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas para kepala madrasah negeri, kepala KUA, pejabat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, ketua MGMP Bahasa Indonesia, arsiparis, humas, serta unsur pelaksana administrasi.

Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber dari Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta, Wahyu Sekar Sari dan Fahma Ainurrizka. Keduanya mengulas berbagai prinsip penggunaan bahasa Indonesia baku dalam tata naskah dinas dan publikasi, sekaligus memberikan contoh penerapan yang sesuai dengan standar kebahasaan nasional.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa penyusunan naskah dinas harus selalu berpedoman pada tiga acuan utama. Pertama, Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) Edisi Kelima sebagai pedoman penggunaan huruf kapital, huruf miring, tanda baca, dan kaidah penulisan lainnya. Kedua, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai rujukan untuk memastikan penggunaan kata baku, arti kata, kelas kata, serta contoh penggunaannya. Ketiga, PASTI (Padanan Istilah), yaitu aplikasi yang dikembangkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa untuk membantu menemukan padanan istilah asing atau teknis dalam bahasa Indonesia.

Kepala Madrasah Syaefulani menyambut baik penyelenggaraan pelatihan ini karena memberikan pembaruan pengetahuan yang sangat relevan dengan kebutuhan administrasi madrasah. Menurutnya, kemampuan menyusun naskah dinas yang sesuai kaidah bahasa menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola administrasi yang profesional, efektif, dan mudah dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan.

Selanjutnya Retno Siwi Handayani, S.E., mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan bekal yang sangat bermanfaat bagi pengelola administrasi di madrasah. Pemahaman terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baku akan meningkatkan kualitas surat dinas dan berbagai publikasi resmi madrasah. Harapannya, seluruh administrasi di MAN 4 Bantul semakin tertib, profesional, dan sesuai dengan standar tata naskah dinas yang berlaku, ungkapnya.

Melalui keikutsertaan dalam pelatihan ini, MAN 4 Bantul berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas administrasi, pelayanan publik, serta publikasi kelembagaan melalui penggunaan bahasa Indonesia yang baik, benar, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (afa/ica)