Bantul (MAN 4 Bantul) – Produktivitas dan budaya literasi terus tumbuh di lingkungan MAN 4 Bantul. Salah satu pegawainya, Afiq Fikri Almas, M.Pd., berhasil menghasilkan karya buku berjudul Manajemen Pendidikan Tahfidz Al-Qur’an di Sekolah/Madrasah. Buku tersebut menjadi kontribusi pemikiran dalam pengembangan pendidikan tahfidz Al-Qur’an, khususnya di lingkungan sekolah dan madrasah.
Buku ini mengulas berbagai aspek pengelolaan program tahfidz, mulai dari metode pembelajaran, strategi pelaksanaan tahfidz di madrasah, hingga kaidah dan efektivitas penyelenggaraan program hafalan Al-Qur’an. Pembahasannya diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik, pengelola lembaga pendidikan, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan program tahfidz.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan literasi dan pengembangan koleksi perpustakaan, Afiq menyerahkan langsung buku karyanya ke Perpustakaan Catur Pradipa MAN 4 Bantul pada Selasa (3/11/2026). Buku tersebut diterima oleh Kepala Perpustakaan Catur Pradipa, Ratna Dhevi Fahmiyati.
Penyerahan buku ini menjadi langkah positif dalam memperkaya koleksi literatur madrasah, terutama referensi yang berkaitan dengan pendidikan Islam dan pengelolaan program tahfidz. Kehadiran karya tersebut di perpustakaan diharapkan dapat dimanfaatkan oleh guru, pegawai, maupun murid sebagai sumber bacaan dan tambahan wawasan.
Afiq Fikri Almas menyampaikan bahwa penulisan buku ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan pendidikan tahfidz yang terarah dan efektif. Menurutnya, program tahfidz tidak hanya berorientasi pada pencapaian jumlah hafalan, tetapi juga membutuhkan metode, strategi, dan manajemen yang tepat agar pelaksanaannya berjalan optimal.
“Melalui buku ini, saya ingin berbagi pemikiran dan pengalaman mengenai bagaimana pendidikan tahfidz Al-Qur’an dapat dikelola dengan baik di sekolah maupun madrasah. Program tahfidz membutuhkan metode yang tepat, strategi yang terencana, serta pengelolaan yang efektif agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Harapannya, buku ini dapat memberikan manfaat dan menjadi referensi bagi para pendidik serta pengelola program tahfidz,” ungkap Afiq.
Sementara itu, penyerahan karya tersebut disambut positif oleh Perpustakaan Catur Pradipa MAN 4 Bantul. Penambahan koleksi buku karya pegawai madrasah menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap budaya literasi sekaligus apresiasi terhadap kreativitas dan produktivitas warga madrasah.
Melalui karya ini, MAN 4 Bantul kembali menunjukkan bahwa semangat berkarya dapat tumbuh dari berbagai bidang. Tidak hanya dalam kegiatan pembelajaran dan pengembangan prestasi, tetapi juga melalui literasi dan penulisan buku yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan. Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita MAN 4 Bantul untuk terus menjadi Madrasah Istimewa yang berilmu, inovatif, dan menginspirasi. (lel/ica)