Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

Kultum Dhuhur di MAN 4 Bantul, Siswa Paparkan Materi Tentang 5 Perkara

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Senin, 23 Feb 2026 👁️ 273 kali dilihat
Kultum Dhuhur di MAN 4 Bantul, Siswa Paparkan Materi Tentang 5 Perkara

Bantul (MAN 4 Bantul) – Jamaah dhuhur di mushala MAN 4 Bantul pada Senin (23/02/2026) berlangsung penuh semangat dan khusyuk. Kegiatan ini diikuti seluruh siswa kelas X, XI, dan XII, serta guru dan pegawai madrasah. Sebagai bagian dari program penguatan religius, kegiatan dhuhur diisi dengan kultum singkat yang disampaikan secara bergantian oleh siswa.

Hari ini, kultum disampaikan oleh Muhammad Hafidz Rakha Naufal, siswa kelas XI F 1, yang mengangkat tema “Ingat 5 Perkara Sebelum 5 Perkara.” Dalam kultumnya, Naufal menjelaskan lima hal yang harus diingat sebelum lima hal lainnya, yaitu: mengingat hidup sebelum mati, mengingat sehat sebelum sakit, mengingat muda sebelum tua, mengingat kaya sebelum miskin, dan mengingat waktu luang sebelum sibuk. Naufal menekankan pentingnya kesadaran diri dan manajemen waktu dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan mengingat lima perkara ini, kita bisa menata hidup lebih baik, memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, dan mempersiapkan diri menghadapi akhirat. Semoga kita semua dapat menjadi pribadi yang lebih sadar, disiplin, dan bertakwa,” ujar Naufal di depan jamaah.

Kultum ini mendapat sambutan positif dari siswa dan guru, yang menilai penyampaian materi Naufal sangat jelas dan menginspirasi. Program kultum bergantian seperti ini menjadi sarana bagi siswa untuk melatih keberanian berbicara di depan umum, sekaligus memperkuat pemahaman nilai-nilai keislaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan jamaah dhuhur dengan kultum bergantian di MAN 4 Bantul menunjukkan komitmen madrasah dalam menumbuhkan karakter religius, disiplin, dan berakhlak mulia bagi seluruh siswa, guru, dan pegawai. Dengan rutin mengadakan kegiatan seperti ini, madrasah berupaya menjadikan ibadah dan pembelajaran spiritual sebagai bagian integral dari kehidupan sehari-hari warga madrasah. (lel/ica)