Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

Tegakkan Disiplin Digital, Tim Kesiswaan MAN 4 Bantul Atur Skema Penyimpanan Gawai Saat KBM

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Selasa, 4 Agu 2026 👁️ 5 kali dilihat
Tegakkan Disiplin Digital, Tim Kesiswaan MAN 4 Bantul Atur Skema Penyimpanan Gawai Saat KBM

Bantul (MAN 4 Bantul)  - Dalam upaya menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif, tertib, dan bebas dari distraksi digital, Tim Kesiswaan MAN 4 Bantul menggelar sosialisasi aturan penggunaan gawai secara maraton dari kelas ke kelas pada Selasa (04/08/2026).

Sosialisasi yang menyasar seluruh murid Kelas X, XI, dan XII ini dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Madrasah (Waka) Bidang Kesiswaan, Dwi Mulyono bersama Staf Kesiswaan Mukhroji Shidqi. Secara bergantian, tim menyambangi setiap ruang kelas untuk memberikan pemahaman langsung terkait tata tertib penyimpanan gawai selama Jam Pelajaran (KBM) berlangsung.

Dalam sosialisasi tersebut ditegaskan bahwa seluruh gawai milik murid wajib dimasukkan ke dalam tempat penyimpanan khusus yang telah disediakan. Tempat penyimpanan tersebut nantinya akan disimpan di Ruang Piket Madrasah dan dikunci secara aman, di mana kunci hanya dipegang oleh Guru Piket yang bertugas.

Gawai baru diperbolehkan untuk diambil dan digunakan apabila proses pembelajaran pada mata pelajaran tertentu secara spesifik membutuhkan akses perangkat digital atau internet atas arahan guru pengajar. Jika tidak diperlukan, gawai tetap tersimpan rapi di ruang piket hingga jam pembelajaran usai. Langkah tegas ini diambil untuk mencegah murid kehilangan konsentrasi atau asyik memainkan gawai di luar kepentingan belajar.

Waka Kesiswaan MAN 4 Bantul, Dwi Mulyono, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan untuk membatasi interaksi teknologi, melainkan bentuk edukasi kedisiplinan dan pengkondisian iklim belajar yang optimal.

“Kebijakan penyimpanan gawai di ruang piket ini kami sosialisasikan agar anak-anak bisa lebih fokus, tertib, dan tidak terpecah konsentrasinya selama proses belajar mengajar di kelas. Kita tidak menolak teknologi, karena gawai tetap bisa digunakan saat pembelajaran membutuhkan media digital atas izin guru pengajar. Namun saat KBM berlangsung tanpa kebutuhan digital, gawai harus disimpan dengan aman. Kami ingin memastikan waktu belajar di madrasah benar-benar dimanfaatkan secara maksimal untuk menyerap ilmu, berinteraksi langsung dengan guru serta teman, tanpa terdistraksi oleh aktivitas bermain gawai atau media sosial,” tegas Dwi Mulyono di sela-sela sosialisasi.

Dengan diblakukannya aturan penyimpanan gawai yang terpusat di ruang piket ini, MAN 4 Bantul optimis dapat menghadirkan lingkungan belajar yang lebih interaktif, fokus, serta membangun kedisiplinan siswa dalam memanfaatkan teknologi secara bijak. (lel/ica)

Hubungi Kami