Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

MAN 4 Bantul Perkuat Tata Kelola Madrasah Melalui Seminar Pencegahan Kekerasan dan Perundungan

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Minggu, 1 Nov 2026 👁️ 7 kali dilihat
MAN 4 Bantul Perkuat Tata Kelola Madrasah Melalui Seminar Pencegahan Kekerasan dan Perundungan

Bantul (MAN 4 Bantul) – Dalam rangka mendukung Pelaksanaan Program Peningkatan Mutu Pendidikan Islam Tahun 2026, MAN 4 Bantul menghadiri seminar bertema “Reformasi Tata Kelola Lembaga Pendidikan Islam dalam Pencegahan Kekerasan Seksual, Perundungan dan Perlindungan Korban” pada Minggu (1/11/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Parang Kusumo, Lantai 2, Ros In Hotel Yogyakarta, Jalan Ringroad Selatan, Druwo, Bangunharjo, Sewon, Bantul.

Seminar tersebut diikuti oleh perwakilan lembaga pendidikan Islam dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) se-Daerah Istimewa Yogyakarta. MAN 4 Bantul mengirimkan empat perwakilan, yaitu Rusli Farida, Agung Wicaksono, Umi Nurul Azizah, dan Erni Tyas Fatnani.

Kegiatan menghadirkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. H. Ahmad Bahiej, S.H., M.Hum. sebagai narasumber. Seminar membahas pentingnya reformasi tata kelola lembaga pendidikan Islam agar mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan melindungi seluruh warga madrasah. Pencegahan kekerasan seksual dan perundungan menjadi perhatian penting, termasuk bagaimana lembaga pendidikan memberikan perlindungan serta pendampingan kepada korban.

Keikutsertaan MAN 4 Bantul dalam kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat pemahaman dan komitmen madrasah dalam membangun sistem perlindungan di lingkungan pendidikan. Tata kelola yang baik tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan pembelajaran dan administrasi, tetapi juga mencakup jaminan keamanan, kenyamanan, serta penghormatan terhadap hak setiap warga madrasah.

Agung Wicaksono menyampaikan bahwa seminar ini memberikan penguatan mengenai pentingnya peran seluruh unsur madrasah dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan dan perundungan. Menurutnya, upaya perlindungan harus menjadi bagian dari budaya dan sistem kerja madrasah, bukan sekadar respons ketika terjadi permasalahan.

“Seminar ini menjadi pengingat bahwa madrasah harus benar-benar menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh warga madrasah, terutama murid. Pencegahan kekerasan seksual dan perundungan membutuhkan komitmen bersama, tata kelola yang jelas, serta kepedulian seluruh unsur madrasah. Kita tidak cukup hanya menunggu ketika terjadi kasus, tetapi harus membangun langkah pencegahan, menciptakan lingkungan yang saling menghargai, dan memastikan korban mendapatkan perlindungan yang layak,” ungkap Agung. (lel/ica)

Hubungi Kami