Bantul (MAN 4 Bantul) – Suasana khusyuk menyelimuti Musala MAN 4 Bantul pada Jumat (30/10/2026) saat murid kelas XII mengikuti kegiatan istighosah bersama. Kegiatan diikuti oleh murid kelas XII, guru pendamping, serta Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, S.Ag., M.Pd. Istighosah dipimpin oleh Drs. H. Shobir Hatimy sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon kemudahan dan kelancaran dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Rangkaian istighosah diawali dengan pembacaan kalam ilahi, dilanjutkan dengan istigfar sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah Swt. Seluruh jamaah kemudian mengikuti rangkaian zikir dan doa dengan penuh kekhusyukan. Bacaan istighosah di antaranya meliputi kalimat tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir, selawat kepada Nabi Muhammad saw., serta doa-doa memohon pertolongan, perlindungan, dan kemudahan dari Allah Swt.
Dipimpin oleh Drs. H. Shobir Hatimy, murid mengikuti setiap bacaan dengan tertib dan penuh penghayatan. Lantunan zikir dan doa yang menggema di musala menghadirkan suasana religius sekaligus menjadi momentum untuk menenangkan hati, memperkuat keyakinan, dan menyerahkan segala ikhtiar kepada Allah Swt.
Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan murid kelas XII dalam menyongsong pelaksanaan TKA. Setelah menjalani berbagai proses pembelajaran dan persiapan akademik, murid diajak melengkapi usaha tersebut dengan doa dan pendekatan spiritual. Harapannya, mereka diberikan kesehatan, ketenangan, kemudahan dalam mengerjakan soal, serta memperoleh hasil yang maksimal.
Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa istighosah merupakan salah satu bentuk pendampingan madrasah kepada murid, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga spiritual dan mental.
“Anak-anak, persiapkan TKA dengan sungguh-sungguh. Belajar, berlatih, dan berusaha secara maksimal, kemudian iringi setiap ikhtiar dengan doa. Melalui istighosah ini, kita memohon kepada Allah Swt. agar diberikan kemudahan, kelancaran, ketenangan, serta hasil terbaik. Kami berharap seluruh murid dapat mengikuti TKA dengan penuh percaya diri dan mendapatkan hasil yang membanggakan,” ungkap Syaefulani.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan membutuhkan keseimbangan antara usaha, doa, dan tawakal. Oleh karena itu, murid diharapkan tetap menjaga semangat belajar, kedisiplinan, kesehatan, serta memperkuat ibadah selama masa persiapan menghadapi TKA.
Melalui kegiatan istighosah ini, MAN 4 Bantul berharap murid kelas XII semakin siap menghadapi TKA, baik dari sisi penguasaan materi maupun kesiapan mental dan spiritual. Kebersamaan dalam doa menjadi penguat langkah bagi murid untuk menjalani ujian dengan tenang, optimis, dan penuh keyakinan. (lel/ica)