Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

Raker MAN 4 Bantul Hadirkan Dr. Muqowim, Kupas Tuntas Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Senin, 6 Jul 2026 👁️ 7 kali dilihat
Raker MAN 4 Bantul Hadirkan Dr. Muqowim, Kupas Tuntas Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Bantul (MAN 4 Bantul) - Guna membuka cakrawala berpikir sekaligus mematangkan penyusunan program kerja yang inovatif, MAN 4 Bantul menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) di Aula Madrasah pada Senin (06/07/2026). Agenda strategis yang dihadiri oleh seluruh civitas akademika MAN 4 Bantul ini menghadirkan narasumber nasional, Dr. Muqowim, S.Ag., M.Ag., seorang dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus praktisi dan motivator pendidikan.

Dalam raker tersebut, Dr. Muqowim, S.Ag., M.Ag.memaparkan materi mendalam mengenai integrasi Ekoteologi, Adiwiyata, dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Madrasah. Konsep-konsep ini digadang-gadang mampu menjadi jiwa (soul) dari seluruh penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran pada implementasi Kurikulum Nasional saat ini, baik yang melingkupi kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga aspek budaya dan kebijakan madrasah.

Kehadiran pakar pendidikan dalam raker ini dinilai sangat krusial bagi madrasah. Melalui pemaparan yang komprehensif, seluruh guru dan pegawai dibekali wawasan baru untuk menyusun program kerja satu tahun ke depan agar selaras dengan mandatori pemerintah serta Kementerian Agama. Sinergi antara spiritualitas keagamaan dan pelestarian alam menjadi fokus utama yang harus diterjemahkan ke dalam program kerja konkret.

Dr. Muqowim, S.Ag., M.Ag. menjelaskan secara gamblang bagaimana ekoteologi dalam Islam harus mewujud nyata lewat kurikulum madrasah yang penuh kasih sayang dan berorientasi pada keberlanjutan bumi.

 “Kurikulum Berbasis Cinta harus mengambil posisi sebagai jiwa dari seluruh aktivitas di madrasah. Ekoteologi memberikan landasan spiritual yang kuat bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah, sementara Panca Cinta membentuk karakter manusianya, dan Adiwiyata menjadi wahana atau laboratorium implementasi nyatanya. Jika ketiga hal ini dipadukan, MAN 4 Bantul akan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya beriman dan mencintai sesama, tetapi juga peduli pada kelestarian alam serta berkontribusi nyata bagi bangsa dan keberlanjutan bumi,” papar Dr. Muqowim memotivasi peserta raker.

Melalui pembekalan materi yang visioner ini, Raker MAN 4 Bantul diharapkan dapat menelurkan dokumen program kerja yang substantif. Langkah ini menjadi lompatan penting bagi madrasah untuk mencetak murid-murid yang unggul, berakhlak ekologis, dan siap menjawab tantangan zaman dengan fondasi nilai-nilai keislaman yang ramah serta moderat. (lel/ica)