Jombang (MAN 4 Bantul) - Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan di Jawa Timur sekaligus upaya memperkuat fondasi spiritual, civitas akademika MAN 4 Bantul melaksanakan ziarah ke Kompleks Makam Keluarga Besar Pesantren Tebuireng, Jombang, pada Rabu (08/07/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan, guru, dan pegawai dengan khidmat.
Rombongan MAN 4 Bantul secara khusus membacakan tahlil, yasin, dan doa bersama di dekat makam para pahlawan nasional sekaligus tokoh kunci Nahdlatul Ulama (NU), di antaranya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari, KH Wahid Hasyim, serta Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ziarah ini dimaksudkan untuk meneladani perjuangan para ulama dan meningkatkan nilai religiusitas di lingkungan madrasah.
Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, menjelaskan bahwa kegiatan ziarah ini memiliki dimensi pembelajaran yang sangat luas, baik untuk kehidupan spiritual pribadi maupun sebagai pendidik. Merujuk pada hikmah ziarah kubur yang kerap diajarkan dalam tradisi Islam nusantara, ia memaparkan tiga esensi utama dari ibadah ini.
“Ziarah kubur ke makam para kekasih Allah dan pejuang bangsa ini bukan sekadar tradisi tanpa makna. Merujuk pada tuntunan para ulama, ada pelajaran besar yang bisa kita ambil. Pertama, ziarah ini menjadi dzikrul maut pengingat bagi kita yang masih hidup bahwa dunia ini fana, sehingga memotivasi kita untuk terus memperbaiki amal dan pengabdian dalam mendidik para murid. Kedua, ziarah berfungsi untuk tasliyatin nafs atau menenteramkan hati dari hiruk-pikuk keduniawian. Dan yang ketiga adalah tabarruk, yakni mengharap keberkahan serta menyambung sanad spiritual dan meneladani kegigihan perjuangan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari dalam menyebarkan ilmu. Semoga spirit perjuangan Tebuireng ini bisa kita bawa pulang ke madrasah,” ujar Syaefulani dengan penuh takzim.
Melalui momentum ziarah yang sarat akan nilai-nilai religius dan historis ini, seluruh guru dan pegawai MAN 4 Bantul diharapkan kembali ke madrasah dengan hati yang bersih, moral yang kokoh, serta semangat yang tinggi untuk mengabdi pada dunia pendidikan Islam. (lel/ica)