Bantul (MAN 4 Bantul) - Guna memicu semangat beribadah sekaligus meningkatkan literasi keagamaan murid baru, MAN 4 Bantul menggelar program Matrikulasi Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) dan Hafalan pada Senin (20/07/2026). Program ini dirancang secara khusus untuk mendampingi murid kelas X agar memiliki kompetensi membaca Al-Qur'an secara tartil sejak awal masuk madrasah.
Pelaksanaan matrikulasi ini didasarkan pada hasil penjajakan (pemetaan awal) kemampuan mengaji yang telah dilakukan sebelumnya. Dari hasil skrining tersebut, tim keagamaan mengelompokkan murid ke dalam beberapa fase kemampuan, yaitu: Kategori A: Murid yang sudah tuntas membaca Al-Qur'an. Kategori B: Murid yang belum tuntas Iqra jilid 4 sampai 5. Kategori C: Murid yang belum tuntas Iqra jilid 2 sampai 3. Kategori D: Murid yang belum tuntas Iqra jilid 1.
Agar pendampingan berjalan lebih intensif dan mendalam, setiap kelompok fase ditempatkan dalam satu kelas khusus yang diampu oleh dua orang guru pendamping. Bagi murid yang masuk dalam Kategori A (sudah tuntas Al-Qur'an), program difokuskan pada pendampingan menghafal (tahfiz) juz-juz tertentu serta perbaikan kualitas bacaan (tahsin) yang meliputi ilmu tajwid dan makharijul huruf. Sementara bagi kelompok B, C, dan D, pendampingan diarahkan pada percepatan kelancaran membaca sesuai tingkatan jilid Iqra masing-masing.
Koordinator Keagamaan MAN 4 Bantul, Yasin Syafii Azami, menegaskan bahwa metode pengelompokan berdasarkan fase ini diambil agar tidak ada murid yang merasa minder ataupun tertinggal selama proses belajar.
“Matrikulasi Al-Qur'an ini merupakan langkah nyata kami di madrasah untuk merangkul dan mendampingi seluruh murid baru tanpa terkecuali. Melalui pembagian empat fase kemampuan dari A sampai D ini, tim pengampu bisa memberikan perlakuan dan metode pengajaran yang tepat sasaran sesuai kebutuhan mendasar anak. Setiap kelas kami terjunkan dua guru pendamping agar proses interaksi dan koreksi bacaan tajwid bisa lebih privat dan fokus. Bagi yang sudah lancar, kita arahkan untuk langsung menjaga hafalan juz. Kami ingin menanamkan keyakinan pada anak-anak bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur'an, dan di sinilah tempat mereka untuk berproses menjadi generasi Qur'ani yang lebih baik,” papar Yasin Syafii Azami.
Kegiatan matrikulasi yang digelar di lingkungan madrasah ini berlangsung secara khidmat dan penuh antusiasme. Melalui pendekatan yang sistematis dan humanis ini, MAN 4 Bantul optimis dapat mengentaskan buta aksara Al-Qur'an secara total sekaligus mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara formal, tetapi juga kuat dalam fondasi spiritual. (lel/ica)