Bantul (MAN 4 Bantul) - MAN 4 Bantul terus berkomitmen memfasilitasi peningkatan kualitas pendidik melalui keterbukaan sinergi dan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi. Pada Jumat (07/08/2026), madrasah menjadi tuan rumah penyelenggaraan workshop lokakarya yang digagas oleh Tim Pengabdian Masyarakat Dosen Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Aula MAN 4 Bantul.
Kegiatan workshop bertajuk Public Speaking ini dihadiri secara antusias oleh jajaran guru dari berbagai lintas mata pelajaran di MAN 4 Bantul.
Dalam lokakarya tersebut, tim dosen PBI UNY mengupas tuntas teknik, strategi, serta metodologi penyampaian gagasan secara efektif melalui public speaking. Menariknya, pembahasan tidak dibatasi pada mata pelajaran Bahasa Inggris belaka, melainkan diintegrasikan ke seluruh mata pelajaran. Hal ini didasari pemikiran bahwa setiap disiplin ilmu memiliki muatan literasi, komunikasi, serta kebutuhan penyampaian materi secara persuasif dan menarik bagi murid di kelas.
Melalui pendekatan ini, para guru diajak untuk mengasah keterampilan berbicara di depan umum sekaligus merancang strategi pembelajaran interaktif yang mampu mendorong murid berani tampil dan berkomunikasi secara percaya diri.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MAN 4 Bantul, Rusli Farida, menyambut hangat inisiatif kolaborasi ini dan menekankan pentingnya penguasaan public speaking serta literasi bagi seluruh guru tanpa terkecuali.
“MAN 4 Bantul selalu terbuka dan menyambut baik berbagai bentuk kerja sama akademis yang membawa dampak positif bagi kemajuan madrasah, salah satunya melalui workshop bersama dosen PBI UNY ini. Keterampilan public speaking dan literasi itu milik semua mata pelajaran, bukan hanya ranah guru bahasa. Baik guru matematika, sains, maupun keagamaan, semuanya membutuhkan teknik komunikasi yang prima agar materi pembelajaran dapat tersampaikan dengan jelas, menarik, dan menginspirasi siswa. Kami berharap ilmu yang didapatkan dari lokakarya ini dapat langsung diimplementasikan di kelas untuk menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan komunikatif,” papar Rusli Farida di sela-sela kegiatan.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, MAN 4 Bantul kembali membuktikan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang inklusif, adaptif terhadap pengembangan kompetensi guru, serta aktif membangun kemitraan strategis dengan institusi pendidikan tinggi. (lel/ica)