Bantul (MAN 4 Bantul) - Semangat Hari Kartini terasa mengalir di setiap sudut MAN 4 Bantul pada Rabu (22/04/2026). Dalam rangka memperingati hari bersejarah tersebut, madrasah ini menggelar lomba membuat mading (majalah dinding) dengan tema “Semangat Hari Kartini”. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang ekspresi literasi dan kreativitas siswa.
Sejak pagi, masing-masing kelas tampak sibuk menyusun ide dan menuangkannya dalam bentuk mading. Setiap kelas diwajibkan membuat satu karya yang mencerminkan nilai-nilai perjuangan Kartini, mulai dari emansipasi perempuan, pendidikan, hingga peran perempuan dalam membangun bangsa. Hasilnya, dinding-dinding madrasah berubah menjadi galeri penuh warna, kata, dan makna.
Beragam konsep ditampilkan dengan sentuhan kreatif yang memikat. Ada yang menghadirkan biografi Raden Ajeng Kartini dengan ilustrasi menarik, ada pula yang mengangkat kisah inspiratif perempuan masa kini. Tak sedikit yang memadukan puisi, artikel pendek, hingga kutipan-kutipan motivatif yang menggugah semangat.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung program literasi madrasah. Melalui mading, siswa diajak untuk membaca, menulis, serta menyusun informasi secara kreatif. Tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga membangun kepekaan terhadap isu sosial dan budaya.
Ketua Program Literasi MAN 4 Bantul, Retnaningsih, menyampaikan bahwa lomba ini memiliki peran penting dalam menumbuhkan budaya literasi di kalangan siswa. “Melalui lomba mading ini, siswa tidak hanya belajar menulis dan membaca, tetapi juga belajar menyampaikan gagasan dengan cara yang kreatif. Tema Kartini menjadi momentum yang tepat untuk menanamkan nilai perjuangan, sekaligus mendorong siswa agar berani berkarya dan bersuara” ujarnya.
Antusiasme siswa terlihat dari keseriusan mereka dalam menyusun setiap detail mading. Mulai dari pemilihan tema, penataan layout, hingga perpaduan warna dan tulisan, semuanya dikerjakan dengan penuh dedikasi. Bahkan, beberapa kelas terlihat berdiskusi intens untuk memastikan pesan yang disampaikan benar-benar kuat dan bermakna.
Melalui kegiatan ini, MAN 4 Bantul berhasil menghidupkan kembali semangat Kartini dalam bentuk yang lebih kekinian. Tidak lagi hanya dikenang dalam upacara, tetapi diwujudkan dalam karya nyata yang lahir dari tangan-tangan kreatif generasi muda.
Hari itu, dinding madrasah bukan sekadar tempat menempel kertas. Ia berubah menjadi panggung suara tempat ide, harapan, dan semangat Kartini terus hidup dan berbicara. (lel/ica)