Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

Bedah Kurikulum MAN 4 Bantul, Lahirkan Rekomendasi Strategis Berbasis Rapor Pendidikan

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Jumat, 26 Jun 2026 👁️ 8 kali dilihat
Bedah Kurikulum MAN 4 Bantul, Lahirkan Rekomendasi Strategis Berbasis Rapor Pendidikan

Bantul (MAN 4 Bantul) – Rangkaian acara Uji Publik Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) MAN 4 Bantul memasuki sesi inti yang menghadirkan narasumber ahli, Cahya Yuana, M.Pd. Beliau merupakan seorang Widyaiswara dari Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Yogyakarta. Di hadapan civitas akademika di Aula MAN 4 Bantul pada Jumat (26/06/2026), Cahya Yuana membedah draf KOM dengan mengaitkannya secara mendalam dengan capaian Rapor Pendidikan madrasah.

Dalam paparannya, Cahya Yuana menganalisis secara detail peta potensi serta kelemahan yang dimiliki MAN 4 Bantul. Ia menekankan bahwa Rapor Pendidikan bukanlah satu-satunya kompas. Hasil supervisi Kepala Madrasah serta umpan balik (feedback) langsung dari para murid juga merupakan instrumen krusial yang harus digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun strategi pembelajaran.

Secara umum, ia mengapresiasi capaian Rapor Pendidikan MAN 4 Bantul yang dinilai sudah bagus dan mengalami tren kenaikan nilai di beberapa aspek. Namun, ia memberikan catatan kritis pada indikator spesifik yang dinilai belum optimal, antara lain: Literasi: Secara umum berkategori bagus, namun mengalami penurunan pada sub-indikator kompetensi menemukan informasi. Numerasi: Nilai keseluruhan sudah baik, tetapi masih memiliki titik lemah pada materi geometri. Karakter: Mengalami beberapa catatan yang perlu terus diperbaiki dan diperkuat demi membentuk kepribadian siswa yang utuh.

Berdasarkan indikator-indikator tersebut, Widyaiswara BBPPMPV ini mengupas tuntas dokumen dan memberikan rekomendasi prioritas mengenai aspek mana saja yang harus segera diintervensi dan diperbaiki oleh tim pengembang kurikulum.

Menanggapi bedah data dan rekomendasi yang dipaparkan oleh narasumber, Ketua Penyusun KOM MAN 4 Bantul, Rusli Farida, menyampaikan rasa terima kasih dan komitmennya untuk segera melakukan tindak lanjut demi kesempurnaan dokumen kurikulum.

“Semua catatan detail yang disampaikan oleh Bapak Cahya Yuana, terutama fluktuasi pada nilai literasi di bagian menemukan informasi, kelemahan geometri di numerasi, serta aspek karakter, menjadi tamparan sekaligus vitamin bagi tim penyusun. Kami tidak hanya akan terpaku pada Rapor Pendidikan yang makro, tetapi juga akan mengawinkan rekomendasi prioritas tadi dengan hasil supervisi kepala madrasah dan suara dari anak-anak didik kami. Masukan ini sangat berharga untuk memastikan KOM yang kami susun benar-benar membumi dan mampu mendongkrak nilai yang belum optimal tersebut,” tegas Rusli Farida.

Sesi bedah kurikulum ini berlangsung interaktif dengan adanya diskusi dua arah antara narasumber dan para guru, yang berkomitmen menyelaraskan metode pengajaran di kelas dengan rekomendasi berbasis data tersebut. (lel/ica)