Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

Tingkatkan Kompetensi Guru, MAN 4 Bantul Sosialisasikan KMA 1503 Melalui IHT Kreatif

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Senin, 5 Jan 2026 👁️ 302 kali dilihat
Tingkatkan Kompetensi Guru, MAN 4 Bantul Sosialisasikan KMA 1503 Melalui IHT Kreatif

Bantul (Man 4 Bantul) - Implementasi In House Training (IHT) yang digelar pada Senin (05/01/2026) di aula MAN 4 Bantul tidak berhenti pada tataran teori. Di bawah pendampingan Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Dra. Ening Yuni Sholeh Astuti, M.A., para guru MAN 4 Bantul langsung mempraktikkan rencana tindak lanjut berupa penyusunan administrasi pembelajaran yang selaras dengan KMA 1503 dan kurikulum berbasis cinta.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru MAN 4 Bantul dengan penuh keseriusan. Mereka menyusun perangkat pembelajaran mulai dari perencanaan, tujuan pembelajaran, hingga penguatan nilai Panca Cinta yang menjadi ruh dalam kurikulum berbasis cinta. Proses penyusunan berlangsung kolaboratif dan reflektif, menunjukkan kesiapan guru untuk menerjemahkan regulasi ke dalam praktik nyata di ruang kelas.

Salah satu guru yang mempresentasikan hasil pekerjaannya adalah Dra. Mardiastuti, guru Fisika MAN 4 Bantul. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan perangkat pembelajaran yang telah disusun untuk siswa fase E dan fase F. Materi Fisika yang dirancang tidak hanya berorientasi pada capaian kognitif, tetapi juga menanamkan nilai cinta kepada ilmu, kepedulian terhadap lingkungan, serta sikap saling menghargai dalam proses pembelajaran.

Presentasi tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari peserta IHT. Diskusi yang muncul menjadi ruang berbagi praktik baik antar guru, sekaligus penguatan pemahaman bahwa kurikulum berbasis cinta dapat diintegrasikan pada semua mata pelajaran, termasuk mata pelajaran eksakta.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Rusli Farida, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memastikan hasil IHT berdampak nyata. “Kami mendorong guru tidak hanya memahami KMA 1503 secara normatif, tetapi mampu menuangkannya dalam administrasi dan praktik pembelajaran. Dengan demikian, kurikulum berbasis cinta benar-benar hadir di kelas dan dirasakan oleh siswa,” ujarnya.

Melalui implementasi IHT ini, MAN 4 Bantul menunjukkan keseriusannya dalam membangun budaya pembelajaran yang tertib secara regulasi, namun tetap hangat dan bermakna, selaras dengan nilai-nilai Panca Cinta yang menjadi fondasi pendidikan madrasah. (lel/ica)