Bantul (MAN 4 Bantul) - Guna menyelaraskan langkah dalam membentuk karakter dan budaya disiplin di lingkungan madrasah, Tim Bimbingan Konseling (BK) bersama Tim Kesiswaan MAN 4 Bantul menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bagi seluruh guru dan pegawai. Acara yang digawangi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Dwi Mulyono, ini berlangsung interaktif di Aula MAN 4 Bantul pada Jumat (24/07/2026).
Dalam forum tersebut, Tim Kesiswaan dan BK memaparkan secara komprehensif berbagai penguatan program pembiasaan baik yang menjadi ciri khas MAN 4 Bantul. Rangkaian pembiasaan ini dirancang terstruktur mulai dari menyambut pagi dengan budaya *5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), pelaksanaan shalat Dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur'an, shalat Dzuhur berjamaah yang dirangkai dengan kultum, hingga shalat Ashar berjamaah sebelum pulang sekolah.
Selain aspek keagamaan, sosialisasi juga menyoroti aturan teknis operasional harian, seperti regulasi penggunaan gawai di area madrasah, optimalisasi peran wali kelas dalam pendampingan murid, serta mekanisme penegakan tata tertib yang humanis namun tetap tegas.
Suasana rapat sosialisasi di aula berlangsung sangat hidup dan kondusif. Terjadi diskusi dua arah dan penuangan ide-ide segar antara guru, wali kelas, tim BK, serta tim keagamaan MAN 4 Bantul guna mencari formulasi terbaik dalam mengawal pembiasaan positif peserta didik secara konsisten.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MAN 4 Bantul, Dwi Mulyono, menekankan pentingnya sinergi dan komitmen kolektif seluruh warga madrasah agar program pembiasaan baik ini berdampak nyata pada karakter murid.
“Pembentukan karakter dan kedisiplinan murid tidak bisa hanya dibebankan kepada Tim Kesiswaan atau BK saja, melainkan butuh kolaborasi utuh dari seluruh elemen madrasah—mulai dari wali kelas, guru mata pelajaran, hingga tim keagamaan. Melalui sosialisasi hari ini, kita ingin menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen bersama dalam mengawal pembiasaan baik di MAN 4 Bantul, mulai dari budaya 5S di pagi hari, rangkaian ibadah berjamaah, hingga ketertiban penggunaan HP. Ketika seluruh guru dan pegawai hadir memberikan teladan yang sama serta konsisten dalam pendampingan, maka lingkungan madrasah yang disiplin, religius, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak akan tercipta dengan sendirinya,” papar Dwi Mulyono di hadapan peserta sosialisasi.
Dengan adanya sinergi yang makin solid antara Tim Kesiswaan, BK, Tim Keagamaan, dan seluruh staf pengajar ini, MAN 4 Bantul optimis dapat terus memelihara lingkungan belajar yang tertib, aman, serta mampu mencetak generasi muda yang unggul secara akademis dan berakhlak mulia. (lel/ica)