Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

Tim Adiwiyata MAN 4 Bantul Ciptakan Mesin Pencacah Daun Sederhana Berbasis Bor Listrik

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Rabu, 14 Okt 2026 👁️ 30 kali dilihat
Tim Adiwiyata MAN 4 Bantul Ciptakan Mesin Pencacah Daun Sederhana Berbasis Bor Listrik

Bantul (MAN 4 Bantul) – Berbagai langkah kreatif terus dilahirkan oleh Tim Adiwiyata MAN 4 Bantul dalam mewujudkan lingkungan madrasah yang bersih, hijau, dan mandiri mengelola sampah. Terbaru, tim berhasil merakit alat pencacah sampah daun sederhana yang memanfaatkan tenaga bor listrik. Alat inovatif tersebut diuji cobakan secara langsung pada Rabu (14/10/2026) di area pengolahan kompos madrasah.

Uji coba sekaligus edukasi praktek ini dipimpin oleh tim Adiwiyata MAN 4 Bantul, Agung Wicaksono. Di hadapan para murid yang hadir, Agung memperagakan secara langsung cara kerja alat pencacah rakitan tersebut mulai dari proses pengumpulan sampah daun kering, pengoperasian mata pisau pencacah yang digerakkan oleh bor listrik, hingga hasil cacahan daun yang siap diolah menjadi pupuk kompos.

Melalui modifikasi sederhana namun efektif ini, sampah guguran daun di lingkungan MAN 4 Bantul yang semula berukuran besar dan membutuhkan waktu lama untuk terurai, kini dapat dicacah menjadi potongan-potongan kecil secara cepat dan efisien.

Agung Wicaksono menjelaskan bahwa inovasi alat ini dirancang untuk mempermudah proses pembuatan kompos sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan murid.

“Inovasi alat pencacah sampah daun sederhana berbasis bor listrik ini kami hadirkan sebagai solusi praktis dan efisien untuk mengolah sampah organik di lingkungan madrasah. Selama ini guguran daun cukup melimpah dan memakan waktu lama saat proses pengomposan jika tidak dicacah terlebih dahulu. Dengan alat ini, kami ingin mengedukasi para murid secara langsung bahwa pengolahan sampah tidak selalu membutuhkan mesin mahal, tetapi bisa diawali dari kreativitas pemanfaatan perkakas yang ada. Kami berharap para murid tergerak untuk aktif peduli lingkungan dan terbiasa mengolah sampah menjadi barang yang bermanfaat,” ungkap Agung Wicaksono.

Para murid tampak antusias menyimak peragaan dan berkesempatan mencoba langsung penggunaan alat pencacah tersebut di bawah pengawasan tim Adiwiyata.

Melalui kegiatan edukasi dan inovasi terapan ini, MAN 4 Bantul makin memperkokoh komitmennya sebagai Sekolah/Madrasah Adiwiyata yang konsisten mendidik para murid menjadi generasi tanggap lingkungan dan terampil mengelola sampah secara mandiri. (lel/ica)

Hubungi Kami