Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

Terapkan Konsep Ekoteologi, MAN 4 Bantul Hidupkan Ekosistem Sudut Kolam Madrasah

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Senin, 25 Mei 2026 👁️ 169 kali dilihat
Terapkan Konsep Ekoteologi, MAN 4 Bantul Hidupkan Ekosistem Sudut Kolam Madrasah

Bantul (MAN 4 Bantul) – Di tengah padatnya aktivitas madrasah dan berbagai agenda pendidikan yang berjalan setiap hari, semangat menjaga alam tetap hidup di lingkungan MAN 4 Bantul. Bukan sekadar slogan, kepedulian terhadap lingkungan benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata melalui gerakan Adiwiyata dan pengamalan nilai ekoteologi.

Pemandangan sederhana namun penuh makna terlihat pada Senin (25/05/2026) di area kolam ikan MAN 4 Bantul. Di sela kegiatan madrasah lainnya, anggota tim Adiwiyata MAN 4 Bantul, Dwi Mulyono dan Mukhroji Shidqi, tampak tetap meluangkan waktu untuk merawat lingkungan sekitar, khususnya kolam konservasi yang menjadi bagian dari program peduli lingkungan madrasah.

Dengan penuh perhatian, Dwi Mulyono memberi pakan ikan satu per satu sambil memastikan ikan-ikan di kolam mendapatkan nutrisi yang cukup dan layak. Aktivitas tersebut bukan hanya rutinitas biasa, tetapi menjadi simbol nyata pengamalan nilai ekoteologi—cara pandang yang mengajarkan bahwa menjaga alam dan makhluk hidup merupakan bagian dari tanggung jawab spiritual manusia.

Kolam ikan yang berada di lingkungan MAN 4 Bantul tersebut juga menjadi bagian dari program konservasi air madrasah. Selain memperindah lingkungan, keberadaan kolam dimanfaatkan sebagai sarana edukasi tentang pentingnya menjaga ekosistem dan keseimbangan lingkungan hidup.

Dalam konsep Adiwiyata yang terus dikembangkan MAN 4 Bantul, kepedulian terhadap makhluk hidup sekecil apa pun dianggap penting untuk ditanamkan kepada seluruh warga madrasah. Dari merawat tanaman, menjaga kebersihan, hingga memberi makan ikan, semuanya menjadi bagian dari pendidikan karakter berbasis lingkungan.

Dwi Mulyono menyampaikan bahwa nilai ekoteologi mengajarkan manusia untuk hidup berdampingan secara harmonis dengan alam. “Ekoteologi mengingatkan kita bahwa menjaga lingkungan dan merawat makhluk hidup adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Hal-hal kecil seperti merawat kolam dan memberi makan ikan juga menjadi bentuk kepedulian terhadap ciptaan Tuhan,” ungkapnya.

Ia juga berharap budaya peduli lingkungan terus tumbuh di kalangan murid dan seluruh warga madrasah sehingga semangat Adiwiyata tidak hanya menjadi program, tetapi menjadi kebiasaan hidup sehari-hari.

Langkah sederhana yang dilakukan tim Adiwiyata MAN 4 Bantul tersebut menunjukkan bahwa menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Dari kolam kecil di sudut madrasah, nilai kepedulian, cinta lingkungan, dan spiritualitas justru tumbuh dengan nyata dan menginspirasi. (lel/ica)