Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

Suara Puitis dari MAN 4 Bantul Menggema di Peringatan Hari Amal Bakti Kemenag ke-80

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Kamis, 18 Des 2025 👁️ 280 kali dilihat
Suara Puitis dari MAN 4 Bantul Menggema di Peringatan Hari Amal Bakti Kemenag ke-80

Bantul (MAN 4 Bantul) - Dua guru perwakilan MAN 4 Bantul menunjukkan kemampuan literasi dan seni yang membanggakan dengan mengikuti lomba baca puisi yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul pada Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-80 yang diinisiasi oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul.

Lomba baca puisi tersebut diikuti oleh seluruh madrasah serta kantor di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Bantul. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh apresiasi terhadap karya sastra, khususnya puisi yang sarat makna dan nilai spiritual. MAN 4 Bantul mengirimkan dua perwakilan terbaiknya, yakni Eka Rahmawati dan Elok Fitrotin Febriana, yang tampil dengan penuh penghayatan dan percaya diri.

Keduanya membacakan puisi berjudul “Perempuan Tangguh Berselimut Doa” karya Ening Yuni Sholeh Astuti, Pengawas Kemanag Bantul. Puisi tersebut mengangkat kekuatan perempuan dalam menghadapi kehidupan dengan keteguhan iman, kesabaran, dan doa sebagai sandaran utama. Penampilan dua guru MAN 4 Bantul tersebut berhasil menarik perhatian para hadirin melalui artikulasi yang jelas, ekspresi yang mendalam, serta penghayatan yang menyentuh.

Elok Fitrotin Febriana mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan. “Saya merasa bangga bisa mewakili MAN 4 Bantul dalam kegiatan ini. Melalui puisi, saya belajar menyampaikan pesan dengan hati dan semoga bisa menginspirasi banyak orang, khususnya para perempuan,” ujarnya.

Partisipasi MAN 4 Bantul dalam lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana penguatan karakter, kepercayaan diri, serta kecintaan terhadap sastra. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat berkarya dan berprestasi di kalangan peserta didik madrasah. (lel)