Bantul (MAN 4 Bantul) — Suasana meriah dan penuh warna mewarnai halaman MAN 4 Bantul pada Selasa (28/10/2025). Dalam puncak peringatan Hari Santri, Bulan Bahasa, dan Sumpah Pemuda 2025, kelompok tari Srikandi MAN 4 Bantul tampil memukau dengan membawakan Tarian Nyai Galuh, sebuah tarian sarat makna perjuangan dan keberanian perempuan.
Penampilan memikat ini dipersembahkan oleh kelompok tari Srikandi yang diketuai oleh Arvita Dwi Siti Nurrohmah dari kelas XI F5 bersama rekan-rekannya. Dengan kostum berwarna mencolok dan gerakan yang anggun, para penari berhasil menyihir perhatian seluruh warga madrasah.
Tarian Nyai Galuh yang terinspirasi dari Tari Lenggang Nyai menceritakan sosok Nyai Dasimah, wanita Betawi yang memperjuangkan kebebasan dan haknya setelah terbelenggu dalam perkawinan yang tidak adil. Gerakan yang luwes berpadu dengan musik Gambang Kromong, menghadirkan harmoni antara budaya Betawi dan pengaruh Tionghoa. Lebih dari sekadar pertunjukan, tarian ini menjadi simbol keberanian perempuan dalam mengambil keputusan dan menghadapi konsekuensinya.
Guru seni MAN 4 Bantul, Erika Wahyu Andriani, mengungkapkan rasa bangganya terhadap penampilan siswanya. “Anak-anak menampilkan tarian ini dengan sangat ekspresif dan penuh penghayatan. Melalui karya seni seperti ini, mereka tidak hanya belajar menari, tetapi juga memahami nilai perjuangan, keberanian, dan penghormatan terhadap budaya,” ujarnya.
Penampilan Srikandi MAN 4 Bantul menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian acara tersebut, menegaskan bahwa seni dan budaya dapat menjadi media edukatif yang memperkuat semangat kebangsaan dan karakter santri berbudaya. (lel)