Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

Sosialisai MRA, Langkah Nyata MAN 4 Bantul Menuju Madrasah Ramah Anak

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Jumat, 24 Apr 2026 👁️ 198 kali dilihat
Sosialisai MRA, Langkah Nyata MAN 4 Bantul Menuju Madrasah Ramah Anak

Bantul (MAN 4 Bantul) - Dalam upaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang siswa, MAN 4 Bantul menggelar sosialisasi Madrasah Ramah Anak (MRA) pada Jumat (24/04/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di aula MAN 4 Bantul dan diikuti oleh seluruh guru serta pegawai sebagai bagian dari komitmen bersama membangun budaya madrasah yang berpihak pada anak.

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber Ika Puji Wijayanti, S.Psi., yang memberikan pemaparan komprehensif mengenai konsep dan implementasi Madrasah Ramah Anak. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa setiap anak memiliki hak dasar yang harus dipenuhi dalam lingkungan pendidikan, di antaranya hak tumbuh kembang, hak perlindungan, hak kelangsungan hidup, dan hak partisipasi.

Menurutnya, pemenuhan hak-hak tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga seluruh ekosistem madrasah. Guru dan tenaga kependidikan diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang inklusif, bebas dari kekerasan, serta memberikan ruang bagi siswa untuk berpendapat dan berpartisipasi aktif.

Selain itu, dalam sosialisasi juga dibahas mengenai berbagai komponen Madrasah Ramah Anak yang perlu dipersiapkan guna memenuhi standarisasi MRA. Komponen tersebut meliputi kebijakan madrasah, pelaksanaan proses pembelajaran, sarana dan prasarana yang mendukung, serta keterlibatan orang tua dan masyarakat. Hal ini menjadi langkah penting dalam memastikan program MRA tidak hanya sebatas wacana, tetapi benar-benar terimplementasi secara nyata.

Koordinator Ramah Anak MAN 4 Bantul, Sudarsih, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mewujudkan madrasah yang ramah anak.

“Madrasah ramah anak bukan hanya program, tetapi budaya yang harus kita bangun bersama. Melalui sosialisasi ini, kami berharap seluruh guru dan pegawai memiliki pemahaman yang sama sehingga mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan siswa secara optimal,” ujarnya.

Kegiatan ini disambut antusias oleh peserta yang aktif mengikuti jalannya sosialisasi. Diskusi interaktif pun terjadi saat sesi tanya jawab, menunjukkan tingginya kepedulian terhadap penerapan konsep Madrasah Ramah Anak di lingkungan MAN 4 Bantul.

Dengan adanya sosialisasi ini, MAN 4 Bantul semakin menegaskan langkah konkret menuju madrasah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga menjadi tempat yang melindungi dan menghargai hak-hak setiap anak. (lel/ica)