Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

Siswa MAN 4 Bantul Dibekali Kecakapan Digital dalam Seminar "Smart in Social Media, Strong in Morality

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Senin, 17 Nov 2025 👁️ 338 kali dilihat
Siswa MAN 4 Bantul Dibekali Kecakapan Digital dalam Seminar "Smart in Social Media, Strong in Morality

Bantul (MAN 4 Bantul) - Sebanyak dua puluh sembilan siswa MAN 4 Bantul menghadiri seminar bertajuk “Smart in Social Media, Strong in Morality: Membangun Karakter Siswa Madrasah di Era Digital” pada Senin (17/11/2025) di Hotel New Saphire Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bekerja sama dengan Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Dirjen Pendis Kemenag RI.

Seminar menghadirkan narasumber Dr. Dody Hartanto, M.Pd., yang memberikan pemaparan mendalam mengenai tantangan remaja dalam dunia digital. Salah satu materi utama membahas fenomena “Remaja dan Layar Kaca”, di mana remaja saat ini rata-rata menghabiskan 8,5 jam per hari di depan layar, baik untuk hiburan, menonton video, bermain gim, maupun bermedia sosial. Kebiasaan ini dapat memicu brain-rot, yaitu kondisi ketika kesehatan mental melemah dan kecerdasan menurun akibat konsumsi konten yang berlebihan, terutama konten yang berkualitas rendah.

Para peserta juga dibekali panduan bermedia sosial yang aman dan bermartabat, seperti menjaga ucapan, menghormati privasi orang lain, menjaga aurat dan kehormatan, serta meluruskan niat sebelum mengunggah konten. Selain itu, narasumber menekankan pentingnya No Phone Zone pada waktu-waktu tertentu, seperti saat salat, belajar, makan bersama keluarga, tidur, serta mengikuti kajian.

Guru BK MAN 4 Bantul, Ita Yuanita, yang mendampingi para siswa, menyampaikan harapannya. “Saya berharap setelah mengikuti seminar ini, para siswa mampu lebih bijak menggunakan gawai. Mereka harus bisa mengendalikan teknologi, bukan dikendalikan olehnya,” tuturnya. (lel/ica)