Bantul (MAN 4 Bnatul) - Guru MAN 4 Bantul menghadiri kegiatan sosialisasi program asuransi perlindungan siswa yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul pada Rabu (19/11/2025). Kegiatan ini menjadi ruang diskusi penting bagi madrasah untuk memperkuat layanan perlindungan siswa sekaligus memahami arah baru kebijakan pendidikan Islam, khususnya terkait kurikulum terbaru yang segera diterapkan.
Acara diawali dengan sambutan Kasi Dikmad yang menegaskan pentingnya kesiapan madrasah menghadapi perubahan kebijakan. Ia menyampaikan bahwa KMA 1503 Tahun 2025, yang baru terbit pada November ini, menekankan pendekatan deep learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai pondasi utama pembelajaran. Madrasah juga diharapkan segera menyesuaikan kurikulum terbaru, mengingat akan ada perubahan signifikan pada struktur pembelajaran, termasuk jam pelajaran dan penambahan muatan lokal seperti coding dan kecerdasan buatan (AI).
Lebih lanjut, sosialisasi kurikulum terbaru akan dilaksanakan secara berjenjang dan materi pendukungnya akan dibagikan melalui kanal YouTube resmi Kemenag agar mudah diakses seluruh tenaga pendidik.Pada sesi pembinaan, Kankemenag menjelaskan bahwa asuransi siswa kini menjadi bagian penting dari layanan lembaga pendidikan. Asuransi Bumida telah mengajukan audiensi rencana kerja sama dengan madrasah dan telah diterapkan di beberapa sekolah negeri. Dicontohkan pula bahwa di negara maju, asuransi siswa sudah menjadi praktik umum untuk mendukung keamanan dan kesejahteraan peserta didik. Madrasah diminta berkonsultasi dengan komite sebelum menentukan keputusan, dan pihak Bumida akan datang ke masing-masing madrasah untuk sosialisasi lebih rinci. Segala kebijakan harus diambil sesuai asas kemaslahatan umat.
Sebagai perwakilan MAN 4 Bantul, Nanang Qosem menyampaikan bahwa madrasah sangat terbuka dengan berbagai inovasi layanan perlindungan siswa. “Kami mendukung setiap program yang memberikan manfaat nyata bagi peserta didik. Selama kebijakan ini membawa kemaslahatan dan dapat dipahami oleh seluruh pihak, kami siap berkoordinasi dan menindaklanjuti,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi madrasah dalam memperkuat kualitas layanan sekaligus beradaptasi dengan perkembangan kurikulum yang semakin relevan dengan kebutuhan zaman. (lel/ica)