Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

Praktik Fikih Bermakna, Cara MAN 4 Bantul Dekatkan Siswa dengan Kewajiban Terhadap Sesama Muslim

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Selasa, 10 Feb 2026 👁️ 278 kali dilihat
Praktik Fikih Bermakna, Cara MAN 4 Bantul Dekatkan Siswa dengan Kewajiban Terhadap Sesama Muslim

Bantul (MAN 4 Bantul) - Pembelajaran bermakna kembali diwujudkan oleh MAN 4 Bantul melalui kegiatan implementasi materi fikih perawatan jenazah. Pada Selasa (10/02/2026), siswa kelas X E4 dan X E5 melaksanakan praktik langsung pengamalan fikih berupa pelaksanaan shalat jenazah di Masjid Al Iman, masjid yang berada di dekat lingkungan madrasah. Kegiatan ini bertepatan dengan wafatnya salah satu tetangga madrasah, sehingga menjadi kesempatan nyata bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung.

Kegiatan tersebut didampingi oleh guru fikih MAN 4 Bantul, Yasin Syafii Azami dan Laili Masruroh. Sebelum pelaksanaan shalat jenazah, siswa diberikan arahan singkat mengenai tata cara, niat, serta urutan pelaksanaan shalat jenazah sesuai dengan ketentuan fikih yang telah dipelajari di kelas.

Shalat jenazah diikuti oleh siswa-siswi dengan penuh kekhusyukan dan rasa tanggung jawab. Yasin Syafii Azami bertindak sebagai imam sekaligus memimpin doa bagi almarhum. Suasana berlangsung tertib dan penuh kesadaran, mencerminkan keseriusan siswa dalam mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.

Laili Masruroh menyampaikan bahwa pembelajaran seperti ini memberikan dampak yang lebih mendalam dibandingkan sekadar teori di kelas. “Pembelajaran akan jauh lebih bermakna ketika siswa mengalami dan mempraktikkan secara langsung. Melalui pengalaman nyata ini, mereka tidak hanya memahami tata cara shalat jenazah, tetapi juga belajar tentang empati, kepedulian sosial, dan kesiapan menjalankan kewajiban sebagai bagian dari masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, MAN 4 Bantul menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual yang tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan kepekaan sosial peserta didik. Implementasi fikih ini menjadi bukti bahwa pendidikan agama dapat dihidupkan melalui praktik nyata di tengah masyarakat. (lel/ica)