Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

Pertegas Tata Kelola BMN, MAN 4 Bantul Hadiri Pembukaan Klarifikasi Data Aset Kemenag DIY

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Rabu, 20 Mei 2026 👁️ 130 kali dilihat
Pertegas Tata Kelola BMN, MAN 4 Bantul Hadiri Pembukaan Klarifikasi Data Aset Kemenag DIY

Bantul (MAN 4 Bantul) - Perwakilan pegawai MAN 4 Bantul mengikuti kegiatan Pembukaan One on One Meeting Klarifikasi Data Tanah dan Bangunan yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan satuan kerja Kementerian Agama DIY.

Dari MAN 4 Bantul, kegiatan pembukaan diikuti langsung oleh Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani bersama Operator BMN MAN 4 Bantul, Dody Hendra Supriyadi. Sesuai ketentuan undangan, setiap madrasah negeri diwajibkan menugaskan kepala madrasah dan operator BMN untuk mengikuti kegiatan yang tidak dapat diwakilkan tersebut.

Kegiatan One on One Meeting Klarifikasi Data Tanah dan Bangunan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 20–22 Mei 2026. Dalam pelaksanaannya, setiap satuan kerja diberikan waktu sekitar 5–10 menit untuk menjelaskan secara rinci kondisi tanah dan bangunan yang digunakan untuk operasional perkantoran beserta berbagai persoalan yang dihadapi. MAN 4 Bantul sendiri dijadwalkan mengikuti sesi klarifikasi pada Jumat (22/5/2026).

Pembukaan kegiatan dihadiri secara daring oleh Kepala Biro Keuangan dan BMN Kementerian Agama RI, Ahmad Hidayatullah, didampingi Kepala Bagian BMN Akmaldiya. Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag DIY, Ahmad Bahiej, hadir langsung bersama jajaran Tim Keuangan dan BMN Kanwil Kemenag DIY.

Dalam arahannya, Ahmad Hidayatullah mengapresiasi langkah Kanwil Kemenag DIY yang aktif melakukan inventarisasi dan klarifikasi aset negara. Menurutnya, pengelolaan BMN harus dimulai dari identifikasi, inventarisasi, dan pencatatan aset secara lengkap dalam Sistem Informasi Manajemen Aset Negara (SIMAN) guna mencegah persoalan hukum di kemudian hari.

Sementara itu, Ahmad Bahiej menegaskan pentingnya pengamanan aset negara baik dari sisi administrasi, fisik, maupun hukum. Ia juga mengingatkan bahwa seluruh aset harus memiliki identitas dan dokumen kerja sama yang jelas, khususnya terkait tanah yang berada di atas Sultan Ground maupun Pakualaman Ground.

Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat penting dalam memperkuat akurasi data dan pengelolaan aset madrasah. “Kegiatan ini menjadi momentum bagi madrasah untuk memastikan seluruh data tanah dan bangunan tertata dengan baik, valid, serta memiliki dasar administrasi yang kuat sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pengelolaan aset negara,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, MAN 4 Bantul berharap dapat terus meningkatkan profesionalisme pengelolaan BMN sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola aset negara yang tertib, akuntabel, dan berkelanjutan di lingkungan Kementerian Agama. (afa/ica)