Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

Perpustakaan Catur Pradipa MAN 4 Bantul Gandeng Guru dan Pakar Bahas Literasi

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Rabu, 1 Jul 2026 👁️ 3 kali dilihat
Perpustakaan Catur Pradipa MAN 4 Bantul Gandeng Guru dan Pakar Bahas Literasi

Bantul (MAN 4 Bantul) – Guna meningkatkan budaya literasi sekaligus memajukan kualitas pelayanan, Perpustakaan Catur Pradipa MAN 4 Bantul menggelar diskusi kelompok terpumpun atau Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan strategis ini dilaksanakan di ruang Perpustakaan MAN 4 Bantul pada Rabu (01/07/2026).

FGD ini mengumpulkan para guru rumpun bahasa MAN 4 Bantul sebagai motor penggerak literasi, di antaranya Susana Siwi Astuti dan Elok Fitrotin Febriana (Guru Bahasa Indonesia), Erika Wahyu Andriani (Guru Bahasa Jawa), serta Nanang Qosem (Guru Bahasa Arab).

Untuk membedah strategi pengembangan secara mendalam, Kepala Perpustakaan MAN 4 Bantul, Ratna Dhevi Fahmiyati, mengundang narasumber ahli, Dra. Kholif Diniawati, M.Pd., B.I. Beliau merupakan tokoh yang aktif bergerak di dunia literasi dan mantan Kepala Perpustakaan Ulil Albab MAN 3 Bantul yang kini telah purna tugas. Kehadiran Kholif dimaksudkan untuk berbagi pengalaman sukses dalam mengelola perpustakaan madrasah berbasis digital dan riset.

Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, turut hadir langsung dalam forum tersebut. Ia memberikan dukungan penuh terhadap inisiasi ini dan berharap perpustakaan mampu bertransformasi menjadi pusat peradaban ilmu di madrasah.

Dalam pemaparannya, tim perumus membahas agenda-agenda krusial, mulai dari teknis pembuatan buletin berkala, penerbitan buku karya guru dan siswa, inovasi kegiatan kreatif di perpustakaan agar menarik minat kunjung siswa, hingga proyeksi penyusunan anggaran yang efektif.

Kepala Perpustakaan MAN 4 Bantul, Ratna Dhevi Fahmiyati, menegaskan bahwa kolaborasi lintas bahasa ini merupakan langkah awal dari lonjakan literasi di madrasah. "Kami ingin Perpustakaan Catur Pradipa bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan jantung akademik yang hidup. Melalui FGD bersama para guru bahasa dan bimbingan dari Ibu Kholif Diniawati, kami merumuskan program-program konkret seperti penerbitan buletin dan buku ber-ISBN. Sinergi ini sangat penting agar pengelolaan program kerja dan anggaran perpustakaan ke depan dapat berjalan lebih terukur, inovatif, dan berdampak nyata bagi peningkatan indeks literasi seluruh civitas akademika MAN 4 Bantul," ujar Ratna Dhevi Fahmiyati.

FGD ini menghasilkan beberapa poin rekomendasi program kerja setahun ke depan yang akan segera diimplementasikan secara bertahap demi mewujudkan Perpustakaan Catur Pradipa yang modern, rekreatif, dan edukatif. (lel/ica)