Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

Perkuat Ilmu Falak, Civitas MAN 4 Bantul Sukses Gelar Aksi Cek Kiblat Massal

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Kamis, 16 Jul 2026 👁️ 2 kali dilihat
Perkuat Ilmu Falak, Civitas MAN 4 Bantul Sukses Gelar Aksi Cek Kiblat Massal

Bantul (MAN 4 Bantul) - Murid dan guru MAN 4 Bantul menunjukkan kekompakan luar biasa dalam mempraktikkan ilmu falak secara langsung. Secara serentak, mereka melaksanakan pengukuran arah kiblat melalui fenomena Rashdul Kiblat (Istiwa A'zham) yang berlangsung pada Rabu (15/07/2026) sore pukul 16.27 WIB.

Aksi ini diikuti oleh seluruh murid kelas XI dan XII dengan skema pelaksanaan yang fleksibel namun terkoordinasi. Sebagian besar murid mempraktikkannya secara mandiri di rumah masing-masing, sementara sebagian murid lainnya bersama para guru melaksanakannya secara bersama-sama di area lingkungan madrasah.

Praktek lapangan ini menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi para murid untuk melihat langsung bagaimana teori falak dan astronomi yang diajarkan di kelas bekerja di alam nyata. Dengan bermodalkan alat sederhana yang mudah ditemukan, seperti tongkat lurus, benang berbandul, dan permukaan datar, mereka antusias mengukur bayangan matahari yang tegak lurus untuk menentukan arah kiblat yang presisi.

Kegiatan ini sekaligus merupakan bentuk partisipasi aktif MAN 4 Bantul dalam menyukseskan program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia, yaitu Gerakan Nasional Hari Sejuta Kiblat (Rashdul Kiblat). Gerakan ini diinisiasi secara nasional oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama yang dijadwalkan serentak pada 15 dan 16 Juli 2026.

Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, memberikan apresiasi yang tinggi atas antusiasme dan kekompakan yang ditunjukkan oleh seluruh civitas akademika dalam memanfaatkan momentum langka ini.

“Kami sangat bangga melihat kekompakan para murid kelas XI, XII, beserta Bapak Ibu Guru yang begitu antusias mengikuti Gerakan Nasional Rashdul Kiblat ini. Ini adalah metode pembelajaran kontekstual yang luar biasa. Melalui alat-alat sederhana di rumah maupun di madrasah, anak-anak tidak hanya belajar teori di buku Fikih atau Astronomi, tetapi langsung mempraktikkan cara memverifikasi arah kiblat secara akurat karena matahari sedang tepat berada di atas Ka'bah. Momentum ini merupakan kesempatan berharga untuk meningkatkan literasi keagamaan sekaligus menyempurnakan sarana ibadah kita, baik di rumah masing-masing maupun di lingkungan madrasah,” ungkap Syaefulani.

Melalui keberhasilan praktik massal ini, MAN 4 Bantul tidak hanya berhasil mendukung gerakan nasional milik Kementerian Agama, tetapi juga berhasil menanamkan pemahaman ibadah yang berbasis sains dan data yang sahih kepada para muridnya. (lel/ica)