Bantul (MAN 4 Bantul) – Dalam rangka meningkatkan kompetensi pengelola aset negara di lingkungan Kementerian Agama, Pengelola Barang Milik Negara (BMN) MAN 4 Bantul, Dody Hendra Supriyadi, mengikuti Pembinaan Nasional Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) Program Sinergi Intensif Akselerasi Pengelolaan BMN (SIAP BMN) yang diselenggarakan oleh Biro Keuangan dan BMN Kementerian Agama secara daring pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti Dody dari Ruang Tata Usaha MAN 4 Bantul dan secara resmi dibuka oleh Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara Kementerian Agama, Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M.Pd., M.Ec.Dev., CRMP. Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi pengelola aset negara agar pengelolaan BMN di lingkungan Kementerian Agama semakin profesional, tertib administrasi, dan akuntabel.
Dalam pembinaan tersebut, narasumber menyampaikan pentingnya membangun sinergi antar satuan kerja melalui Program SIAP BMN sebagai strategi percepatan pengelolaan BMN yang lebih efektif. Materi yang disampaikan meliputi penguatan penatausahaan BMN, peningkatan kualitas inventarisasi aset, optimalisasi pemanfaatan barang milik negara, pengamanan aset, serta penyusunan pelaporan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain itu, peserta juga memperoleh penguatan mengenai pentingnya digitalisasi pengelolaan BMN agar data aset lebih akurat, mudah dipantau, dan mampu mendukung pengambilan kebijakan secara tepat.
Dody Hendra Supriyadi mengatakan bahwa materi yang diperoleh sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pengelolaan aset di madrasah.
“Melalui pembinaan ini kami memperoleh banyak pembaruan mengenai tata kelola BMN, mulai dari penatausahaan, inventarisasi, hingga optimalisasi pemanfaatan aset. Materi tersebut akan menjadi acuan dalam meningkatkan pengelolaan BMN di MAN 4 Bantul agar semakin tertib, akuntabel, dan sesuai regulasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Tata Usaha MAN 4 Bantul, Retno Siwi Handayani, S.E., memberikan apresiasi atas partisipasi pengelola BMN dalam mengikuti pembinaan nasional tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan tata kelola administrasi yang berkualitas. "Pengelolaan Barang Milik Negara merupakan bagian penting dalam mendukung pelayanan pendidikan di madrasah. Oleh karena itu, kami selalu mendorong pengelola BMN untuk mengikuti berbagai pembinaan agar mampu mengimplementasikan kebijakan terbaru dan memastikan seluruh aset madrasah dikelola secara tertib, efektif, transparan, serta akuntabel,” tutur Retno.
Melalui keikutsertaan dalam Program SIAP BMN, MAN 4 Bantul berharap kualitas pengelolaan aset negara di lingkungan madrasah terus meningkat sehingga mampu mendukung pelayanan pendidikan yang lebih optimal. Komitmen tersebut sejalan dengan upaya MAN 4 Bantul dalam membangun tata kelola kelembagaan yang profesional, modern, dan berintegritas melalui pengelolaan Barang Milik Negara yang sesuai dengan prinsip good governance. (afa/ica)