Bantul (MAN 4 Bantul) - Di sudut belakang MAN 4 Bantul, sebuah ruang baru perlahan hidup. Bukan sekadar bangunan, melainkan ruang hijau yang berdenyut dengan harapan. Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026 sekaligus mendukung program Adiwiyata, MAN 4 Bantul membangun green house yang kini mulai diisi dengan berbagai tanaman herbal.
Pada Rabu (22/04/2026), kegiatan penanaman perdana dilakukan sebagai langkah awal menghidupkan green house tersebut. Tanaman herbal dipilih bukan tanpa alasan. Selain memiliki manfaat kesehatan, tanaman ini juga menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk mengenal lebih dekat kekayaan alam serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.
Yang menarik, penanaman ini dilakukan oleh agen Adiwiyata dari kelas X dan XI, yang merupakan perwakilan dari masing-masing kelas. Dengan penuh semangat, mereka menanam berbagai jenis tanaman herbal, mulai dari yang umum digunakan hingga yang jarang dikenal. Tangan-tangan muda itu tak hanya menanam bibit, tetapi juga menanam kepedulian terhadap lingkungan.
Suasana kegiatan terasa hidup. Aroma tanah yang segar berpadu dengan semangat kolaborasi, menciptakan pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya. Green house ini pun diharapkan menjadi laboratorium alam—tempat siswa belajar, bereksperimen, dan merawat kehidupan secara langsung.
Ketua Adiwiyata MAN 4 Bantul, Eliana Trisnaning, menyampaikan bahwa pembangunan green house ini merupakan langkah strategis dalam membangun budaya peduli lingkungan di madrasah.
“Green house ini bukan hanya tempat menanam, tetapi tempat belajar tentang kehidupan. Melalui tanaman herbal, siswa dapat memahami manfaat alam sekaligus belajar merawatnya. Kami berharap fasilitas ini menjadi pusat edukasi lingkungan yang berkelanjutan dan menginspirasi seluruh warga madrasah untuk lebih mencintai bumi” ungkapnya. Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya peran siswa sebagai agen perubahan dalam menjaga dan mengembangkan fasilitas tersebut agar terus memberikan manfaat.
Dengan hadirnya green house ini, MAN 4 Bantul tidak hanya menambah sarana prasarana, tetapi juga memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berwawasan lingkungan. Setiap tanaman yang tumbuh di dalamnya akan menjadi saksi perjalanan panjang menuju madrasah yang lebih hijau dan berkelanjutan. Hari itu, di balik bangunan sederhana, kehidupan mulai dirawat dengan penuh kesadaran. Sebab dari benih kecil yang ditanam hari ini, akan tumbuh masa depan yang lebih hijau esok hari. (lel/ica)