Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

Merajut Regulasi dengan Nurani, IHT MAN 4 Bantul Gaungkan Kurikulum Berbasis Cinta

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Senin, 5 Jan 2026 👁️ 296 kali dilihat
Merajut Regulasi dengan Nurani, IHT MAN 4 Bantul Gaungkan Kurikulum Berbasis Cinta

Bantul (MAN 4 Bantul) – Manembayo (MAN 4 Bantul Yogyakarta) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kegiatan In House Training (IHT) yang digelar pada Senin (05/01/2026). Bertempat di aula MAN 4 Bantul, kegiatan ini menghadirkan Dra. Ening Yuni Sholeh Astuti, M.A., selaku Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Bantul, sebagai narasumber utama.

IHT kali ini mengusung tema yang sarat makna, yakni “Mengajar dengan Hati, Mendidik dengan Regulasi: Implementasi KMA 1503 dalam Bingkai Kurikulum Berbasis Cinta.” Tema tersebut menjadi refleksi bahwa regulasi pendidikan tidak hadir sebagai aturan kaku, melainkan sebagai pijakan untuk menghadirkan pembelajaran yang humanis dan bermakna. Seluruh guru MAN 4 Bantul mengikuti kegiatan ini dengan antusias, mencerminkan semangat untuk terus bertumbuh dan berbenah.

Dalam pemaparannya, Ening Yuni Sholeh Astuti menekankan pentingnya implementasi KMA 1503 yang selaras dengan nilai-nilai Panca Cinta. Lima fondasi tersebut meliputi cinta kepada Allah dan Rasul, cinta kepada ilmu, cinta terhadap lingkungan, cinta kepada diri sendiri dan sesama, serta cinta kepada tanah air. Menurutnya, kelima nilai ini harus terintegrasi dalam proses pembelajaran agar madrasah mampu melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan kuat secara spiritual.

“Regulasi sejatinya adalah alat untuk menuntun guru agar mengajar lebih terarah, bukan membatasi kreativitas. Ketika KMA 1503 dipahami dan diimplementasikan dengan hati, maka pembelajaran akan menjadi ruang tumbuhnya cinta, karakter, dan nilai-nilai kebangsaan,” ungkap Ening Yuni Sholeh Astuti dalam sesi penyampaian materi.

Suasana IHT berlangsung interaktif dan reflektif. Para guru diajak untuk tidak hanya memahami regulasi secara normatif, tetapi juga menerjemahkannya ke dalam praktik pembelajaran yang ramah, inklusif, dan berorientasi pada peserta didik. Diskusi yang terbangun menjadi cermin keseriusan MAN 4 Bantul dalam menghadirkan pendidikan yang berlandaskan aturan sekaligus nilai kemanusiaan.

Melalui kegiatan IHT ini, MAN 4 Bantul berharap para pendidik semakin mampu merajut regulasi dengan nurani, menjadikan kelas sebagai ruang pembelajaran yang penuh makna, serta menanamkan nilai Panca Cinta sebagai ruh dalam setiap proses pendidikan. (lel/ica)