Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

MAN 4 Bantul Implementasikan Gerakan SaOr SaPo untuk Mewujudkan Kelas Ramah Lingkungan

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Rabu, 22 Apr 2026 👁️ 158 kali dilihat
MAN 4 Bantul Implementasikan Gerakan SaOr SaPo untuk Mewujudkan Kelas Ramah Lingkungan

Bantul (MAN 4 Bantul) - Seolah setiap sudut madrasah diberi napas baru, MAN 4 Bantul mencanangkan program SaOr SaPo (Satu Orang Satu Pohon) dalam rangka persiapan Adiwiyata sekaligus memperingati Hari Bumi 2026 pada Rabu (22/04/2026). Program ini menjadi gerakan kolektif yang mengajak seluruh warga madrasah untuk berkontribusi langsung dalam menciptakan lingkungan yang hijau dan asri.

Berbeda dari penanaman pohon besar di lahan terbuka, kegiatan ini menghadirkan sentuhan yang lebih dekat dengan keseharian siswa. Tanaman hias ditanam dalam pot-pot sederhana, lalu akan ditempatkan di depan setiap kelas. Hasilnya, lorong-lorong kelas yang biasanya statis perlahan akan berubah menjadi barisan taman kecil yang hidup, penuh warna, dan menyegarkan mata.

Penanaman dilakukan oleh anggota OSIS bersama guru dan pegawai MAN 4 Bantul. Dengan tangan yang berbalut tanah dan wajah yang dipenuhi semangat, mereka bekerja sama menanam berbagai jenis tanaman hias. Setiap pot seolah menjadi “tanda tangan hijau” dari individu yang menanamnya.

Program ini tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi juga menanamkan rasa tanggung jawab. Setiap tanaman yang diletakkan di depan kelas menjadi amanah yang harus dirawat bersama. Dari menyiram, menjaga kebersihan, hingga memastikan tanaman tumbuh dengan baik, semua menjadi bagian dari pembelajaran karakter yang nyata.

Erni Tyas Fatnani, anggota tim Adiwiyata MAN 4 Bantul, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk membangun kebiasaan kecil yang berdampak besar bagi lingkungan. “Melalui program Satu Orang Satu Pohon ini, kami ingin menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan madrasah. Ketika setiap orang menanam dan merawat tanamannya sendiri, akan muncul kepedulian yang lebih kuat. Harapannya, kebiasaan ini tidak hanya berhenti di madrasah, tetapi juga terbawa dalam kehidupan sehari-hari” ujarnya.

Antusiasme terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa tampak menikmati proses menanam, bahkan saling berbagi cerita dan ide tentang bagaimana merawat tanaman mereka ke depan. Kegiatan ini pun menjadi ruang interaksi yang hangat antara siswa dan guru, mempererat kebersamaan dalam suasana yang alami.

Dengan adanya program SaOr SaPo, MAN 4 Bantul tidak hanya menanam tanaman, tetapi juga menanam kesadaran. Setiap pot yang tersusun rapi di depan kelas akan menjadi pengingat bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil dari satu orang, satu pohon. Hari itu, madrasah bukan hanya tempat belajar. Ia menjelma menjadi taman kehidupan, tempat harapan tumbuh perlahan dalam daun-daun kecil yang kelak akan memberi makna besar. (lel/ica)