Bantul (MAN 4 Bantul) - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni MAN 4 Bantul. Sosok inspiratif tersebut adalah Quraini Tiara Romadhoni, lulusan tahun 2022 yang kini menempuh pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Program Studi Perbankan Syariah.
Pada Selasa (14/04/2026), Quraini resmi dinyatakan lulus tanpa skripsi melalui jalur publikasi ilmiah. Ia berhasil mempublikasikan penelitian berjudul “Pengaruh Label Halal, Citra Merek, dan Harga terhadap Keputusan Pembelian Produk Tepung Pisang.” Berkat capaian tersebut, ia menuntaskan studinya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang sangat membanggakan, yaitu 3,87.
Sebagai mahasiswi angkatan 2022 di Program Studi Perbankan Syariah UAD, Quraini dikenal aktif dan berprestasi di berbagai bidang. Ia pernah meraih predikat Mahasiswa Berprestasi Tingkat Fakultas, yang menunjukkan dedikasi tinggi dalam bidang akademik maupun non-akademik.
Tak hanya unggul di kampus, Quraini juga mencatatkan prestasi di tingkat internasional. Bersama Tim Fortune, ia berhasil meraih Gold Medal dan Special Award (Growth Strategy Award) dalam ajang International Young Creators (IYC) 2025. Selain itu, ia juga meraih Bronze Medal dalam Global Youth Innovators Competition 2025 serta memperoleh beasiswa bantuan modal usaha dari Bank BPD DIY.
Dalam organisasi, Quraini aktif sebagai Ketua Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) PBS UAD. Ia juga sering menjadi pemateri dalam pelatihan business plan, serta berkontribusi dalam pengembangan inovasi ekonomi syariah bersama timnya.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani. Dalam pernyataannya, beliau menyampaikan rasa bangga dan haru atas capaian salah satu alumninya tersebut. “Kami segenap keluarga besar MAN 4 Bantul mengucapkan selamat dan sukses kepada Quraini Tiara Romadhoni atas prestasi luar biasa ini. Kelulusan tanpa skripsi melalui jalur publikasi dengan IPK tinggi adalah bukti kerja keras, ketekunan, dan dedikasi. Kami sangat bangga, semoga ini menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas dan membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Prestasi Quraini menjadi bukti bahwa lulusan madrasah mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Kisahnya diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk terus berinovasi, berprestasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. (lel/ica)