Bantul (MAN 4 Bantul) - Semangat literasi kembali bergema di lingkungan madrasah. MAN 4 Bantul turut ambil bagian dalam gelaran Festival Literasi Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026 yang mengusung tema besar “Merawat Damai, Menjaga Negeri” pada Kamis (23/04/2026) di MAN 2 Kulon Progo. Dalam kegiatan ini, MAN 4 Bantul diwakili oleh Kepala Perpustakaan, Ratna Dhevi Fahmiyati, sebagai koordinator literasi madrasah.
Festival yang diinisiasi oleh Komunitas Yuk Menulis ini bukan sekadar ajang berkarya, tetapi sebuah gerakan kolektif untuk menanamkan nilai-nilai damai melalui literasi. Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan literasi tidak lagi berhenti pada membaca dan menulis, tetapi juga menyangkut bagaimana seseorang mampu memahami, mengolah, dan menyampaikan gagasan dengan bijak, santun, dan penuh tanggung jawab.
Melalui workshop yang telah dilaksanakan sebelumnya, para koordinator madrasah, termasuk dari MAN 4 Bantul, dibekali pemahaman dan strategi untuk menggerakkan budaya literasi di lingkungan masing-masing. Peran ini menjadi penting, karena dari tangan para penggerak literasi inilah semangat menulis dan berekspresi akan tumbuh dan menyebar ke seluruh warga madrasah.
Festival Literasi tahun ini dirancang melibatkan seluruh jenjang madrasah di DIY, mulai dari siswa, guru, kepala madrasah, hingga tenaga kependidikan. Setiap madrasah didorong untuk mengirimkan karya berupa puisi dan naskah kultum yang mencerminkan nilai-nilai damai, toleransi, dan cinta tanah air.
Karya-karya tersebut nantinya akan dihimpun dalam sebuah buku antologi berjudul “Merawat Damai, Menjaga Negeri”, yang juga akan memuat tulisan dari tokoh nasional seperti Menteri Agama Republik Indonesia serta jajaran Kementerian Agama lainnya. Kehadiran karya dari berbagai elemen madrasah menjadikan buku ini bukan sekadar kumpulan tulisan, tetapi potret kolektif semangat literasi yang hidup di tengah masyarakat pendidikan.
“Partisipasi MAN 4 Bantul dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung penguatan budaya literasi. Dengan keterlibatan aktif pustakawan sebagai motor penggerak, madrasah diharapkan mampu menjadi ruang subur bagi tumbuhnya ide, refleksi, dan ekspresi yang menyejukkan” ungkap ratna Dhevi Fahmiyati.
Festival ini juga tidak berhenti pada pengumpulan karya. Rangkaian kegiatan berlanjut hingga proses kurasi, penerbitan buku, hingga puncak acara yang akan menampilkan berbagai penghargaan dan pentas karya siswa. Bahkan, hasil penjualan buku nantinya akan dimanfaatkan untuk kegiatan sosial seperti donasi mukena, Al-Qur’an, serta bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui kegiatan ini, literasi tidak hanya menjadi aktivitas akademik, tetapi juga jembatan untuk merawat nilai kemanusiaan dan kebersamaan. Dari bait puisi hingga naskah kultum, setiap kata yang ditulis menjadi bagian dari ikhtiar menjaga harmoni dalam keberagaman.
Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, MAN 4 Bantul memilih untuk tetap menanam menanam kata, menanam makna, dan menanam damai. Sebab dari kata-kata yang baik, lahir pemahaman. Dan dari pemahaman, tumbuh negeri yang lebih kuat dan bersatu. (lel/ica)