Bantul (MAN 4 Bantul) – Senin pagi (06/04/2026), menjadi saksi bisu betapa semangat “Prestasi sebagai Tradisi” bukan sekadar slogan kosong di MAN 4 Bantul. Halaman madrasah yang biasanya tenang, mendadak bergetar oleh derap langkah tegap siswa-siswi Kelas XI F1 yang bertugas mengibarkan Sang Merah Putih dengan presisi yang memukau.
Upacara bendera rutin ini diikuti dengan khidmat oleh seluruh jajaran guru, pegawai, dan ratusan siswa. Namun, suasana terasa berbeda ketika Primanda Ahya Roihan melangkah ke podium sebagai Pembina Upacara. Dalam amanatnya yang visioner, ia menegaskan bahwa MAN 4 Bantul kini tengah memacu mesin Bina Prestasi sebuah program unggulan yang dirancang untuk membedah potensi terpendam setiap siswa, baik di jalur akademik yang presisi maupun non-akademik yang penuh kreativitas.
Roihan menekankan bahwa setiap individu di MAN 4 Bantul memiliki panggungnya masing-masing. Baginya, prestasi bukanlah sebuah kebetulan, melainkan sebuah ekosistem yang dibangun dengan konsistensi. Hal ini selaras dengan visi besar madrasah yang ingin menjadikan kemenangan sebagai kebiasaan sehari-hari. "Kami tidak ingin prestasi hanya menjadi letupan sesaat atau keberuntungan semata. Di MAN 4 Bantul, melalui program Bina Prestasi, kita sedang merajut ekosistem di mana setiap bakat siswa mendapatkan ruang untuk tumbuh. Kita ingin menanamkan pola pikir bahwa bagi siswa kami, meraih prestasi adalah sebuah tradisi yang harus dijaga dan diteruskan ke generasi berikutnya, tegas Primanda Ahya Roihan dalam pidatonya.
Momentum upacara ini bukan sekadar seremoni mingguan, melainkan pengingat bahwa madrasah bukan hanya tempat mengejar nilai di atas kertas, melainkan kawah candradimuka untuk mencetak juara yang tangguh dan berkarakter. Dengan semangat yang berkobar, MAN 4 Bantul membuktikan bahwa mereka siap terbang lebih tinggi, membawa tradisi juara hingga ke kancah nasional maupun internasional. (lel/ica)