Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

Lengkapi Rukun Manasik, Siswa MAN 4 Bantul Fokus Jalani Prosesi Ula, Wustha, dan Aqabah

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Rabu, 11 Feb 2026 👁️ 290 kali dilihat
Lengkapi Rukun Manasik, Siswa MAN 4 Bantul Fokus Jalani Prosesi Ula, Wustha, dan Aqabah

Bantul (MAN 4 Bantul) - Rangkaian manasik haji siswa kelas X dan XI MAN 4 Bantul di Wisata Edukasi Religi “Qolbu” Boyolali pada Rabu (11/02/2026) berlangsung penuh semangat dan penghayatan. Salah satu prosesi yang paling menarik perhatian adalah pelaksanaan lempar jumrah, yang sarat makna simbolis tentang perlawanan terhadap godaan dan penguatan iman.

Didampingi para guru, siswa mengikuti arahan dengan tertib sebelum melempar jumrah. Mereka diberikan penjelasan mengenai tata cara melontar tujuh kerikil ke masing-masing jumrah sebagai simbol menolak godaan setan, sebagaimana yang dilakukan Nabi Ibrahim AS. Para siswa tampak serius dan fokus, menyadari bahwa prosesi ini bukan sekadar ritual, tetapi memiliki pesan moral yang mendalam.

Siti Lailatun selaku guru pendamping memberikan penjelasan komprehensif mengenai makna di balik lempar jumrah. Ia menuturkan bahwa setiap lemparan harus disertai niat untuk membuang sifat-sifat buruk dalam diri. “Melontar jumrah bukan hanya tentang melempar kerikil, tetapi simbol tekad kita untuk melawan hawa nafsu, kemalasan, dan segala bentuk perilaku negatif,” jelasnya.

Ia juga memberikan nasihat agar siswa menjadikan momen tersebut sebagai refleksi diri. “Sebagai pelajar, godaan bisa berupa rasa malas belajar, menunda tugas, atau pergaulan yang kurang baik. Melalui lempar jumrah ini, kita belajar untuk tegas mengatakan tidak pada hal-hal yang menjauhkan kita dari kebaikan,” ujar Siti Lailatun.

Dengan bimbingan para guru, kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan nilai keteguhan hati, kedisiplinan, serta komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Manasik haji di Boyolali pun menjadi pengalaman spiritual yang membekas bagi siswa MAN 4 Bantul, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam pembentukan karakter sehari-hari. (lel/ica)