Bantul (MAN 4 Bantul) - Ruang kelas di MAN 4 Bantul beberapa hari terakhir terasa berbeda. Jika biasanya hanya diisi diskusi materi pelajaran, kini suasananya lebih seperti “markas strategi”. Buku, soal latihan, dan diskusi taktis menjadi menu utama. Semua bermuara pada satu tujuan besar: menaklukkan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Sebagai bentuk pelayanan pendidikan yang optimal, MAN 4 Bantul menggelar program bimbingan intensif SNBT bagi siswa kelas XII. Program ini dirancang khusus untuk memberikan pendampingan maksimal kepada para siswa yang tengah bersiap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri melalui jalur tes.
Dalam bimbingan intensif tersebut, para siswa mendapatkan penguatan pada beberapa materi utama yang menjadi komponen dalam SNBT, yaitu literasi Bahasa Indonesia, literasi Bahasa Inggris, serta numerasi matematika. Program pendampingan ini direncanakan berlangsung selama dua pekan dengan berbagai sesi latihan, pembahasan soal, hingga strategi menghadapi ujian.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen madrasah untuk memastikan setiap siswa memperoleh haknya dalam mendapatkan layanan pendidikan terbaik. Tidak hanya sekadar memberikan materi, para guru juga aktif membimbing siswa memahami pola soal serta strategi menjawab dengan tepat.
Saat ditemui di kelas XII F1 pada Selasa (31/03/2026), guru Bahasa Indonesia MAN 4 Bantul, Elok Fitrotin, tampak tengah memberikan penjelasan kepada para siswa mengenai strategi menghadapi literasi Bahasa Indonesia dalam SNBT. Ia menjelaskan berbagai tips, trik, serta kemungkinan bentuk soal yang sering muncul dalam ujian.
Menurut Elok, pemahaman terhadap pola soal menjadi kunci penting dalam menghadapi ujian berbasis literasi tersebut. “Dalam literasi Bahasa Indonesia di SNBT, siswa tidak hanya dituntut memahami teks, tetapi juga mampu menganalisis makna, ide utama, hingga hubungan antarparagraf. Oleh karena itu, kami berusaha memberikan latihan sekaligus strategi agar siswa lebih siap dan percaya diri saat menghadapi ujian,” jelas Elok Fitrotin.
Dengan adanya bimbingan intensif ini, MAN 4 Bantul berharap para siswa dapat memaksimalkan persiapan mereka. Lebih dari sekadar menghadapi tes, program ini menjadi ikhtiar madrasah dalam mengantarkan siswa-siswinya menembus gerbang perguruan tinggi impian. Di ruang kelas sederhana itulah, mimpi-mimpi besar sedang diracik dengan serius. (lel/ica)