Bantul (MAN 4 Bantul) – Keheningan pagi hari di lapangan MAN 4 Bantul seketika berubah menjadi momen penuh kehangatan dan keharuan pada Sabtu (26/09/2026). Di tengah dinginnya udara menuju fajar, para peserta Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) berkumpul melingkar mengelilingi kobaran api unggun yang menjadi puncak sekaligus penanda penting dalam rangkaian pengemblengan organisasi madrasah.
Agenda yang digelar jelang subuh ini dirancang secara khusus sebagai sesi renungan suci dan penguatan solidaritas antarpeserta. Di bawah pendar cahaya api unggun, para pengurus dari 8 organisasi murid diajak untuk sejenak menepi dari riuk pikuk rutinitas, merenungi makna kepemimpinan, serta mengikis ego pribadi demi kebersamaan tim.
Suasana haru dan syahdu kian terasa saat seluruh peserta saling bergandengan tangan, menguatkan komitmen bersama untuk membawa nama baik organisasi dan madrasah ke depan.
Wakil Kepala Bidang Kemuridan MAN 4 Bantul, Dwi Mulyono, yang mendampingi langsung jalannya prosesi tersebut, menegaskan bahwa api unggun bukan sekadar simbolis penutupan malam, melainkan ruang untuk menyatukan visi dan rasa di antara para pengurus.
“Api unggun ini adalah simbol dari Kobaran semangat, kehangatan, dan terang yang harus terus menyala di dalam jiwa para calon pemimpin. Lewat momen renungan ini, kita ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara intelektual dan terampil berorganisasi, tetapi juga memiliki kedalaman empati, kepekaan hati, serta rasa solidaritas yang kokoh antar sesama pengurus. Ketika mereka bisa saling merangkul di tengah dingin dan gelapnya malam, kita yakin mereka akan siap menghadapi tantangan apa pun di dalam organisasi bersama-sama,” tutur Dwi Mulyono di sela-sela kegiatan.
Melalui pencerahan dan kehangatan malam api unggun ini, para calon pengurus organisasi MAN 4 Bantul diharapkan kian solid, matang secara emosional, serta memiliki ikatan kekeluargaan yang erat sebelum resmi mengemban amanah kepemimpinan di periode mendatang. (lel/ica)