Bantul (MAN 4 Bantul) – Tim Peneliti Muda MAN 4 Bantul sukses melenggang ke ajang kompetisi sains dan inovasi tingkat dunia, International Science and Invention Fair (ISIF) 2026. Sesi presentasi riset dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dari Aula MAN 4 Bantul pada Rabu (07/10/2026).
ISIF 2026 yang telah memasuki penyelenggaraan ke-8 ini merupakan ajang pameran dan kompetisi riset bergengsi skala internasional hasil kolaborasi antara Indonesian Young Scientist Association (IYSA) dan FMIPA Universitas Indonesia (UI). Ajang ini menjadi wadah bagi para inovator muda dari berbagai negara untuk memamerkan karya dan penelitian terbaik mereka.
Tim riset MAN 4 Bantul yang beranggotakan Firman Nurdiyono, Muhammad Ahsan Raisul Muttaqin, Aisyah Sofi Ramadhani, Hindun Salamah, dan Anninda Putri Qurrota A'yun tampil percaya diri mempresentasikan karya inovasi bertajuk "GeoSafe AR: An RFID and Augmented Reality-Based Interactive Learning Map for Disaster Mitigation Education in the Special Region of Yogyakarta".
Dalam sesi tanya jawab dengan dewan juri internasional yang berlangsung sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris, tim memaparkan keunggulan GeoSafe AR sebagai media pembelajaran interaktif. Inovasi ini menggabungkan Peta Digital, Teknologi Radio Frequency Identification (RFID), dan Augmented Reality (AR) yang dirancang khusus untuk meningkatkan pemahaman serta kesiapsiagaan masyarakat terhadap mitigasi bencana alam di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Pembimbing Riset MAN 4 Bantul, Mpu Tabah Chalifatah Aji, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kegigihan serta penampilan impresif para siswa di panggung internasional. “Anak-anak telah menunjukkan dedikasi dan kerja keras yang luar biasa, mulai dari tahap penggalian ide, penguasaan teknologi RFID dan AR, hingga mampu menyajikannya secara fasih berbahasa Inggris di hadapan juri internasional. GeoSafe AR hadir sebagai solusi nyata dan aplikatif untuk edukasi mitigasi bencana di DIY. Kami berharap karya inovatif ini tidak hanya mengukir prestasi membanggakan bagi madrasah dan Indonesia di ISIF 2026, tetapi juga dapat memberi kemanfaatan luas bagi edukasi bencana di masyarakat,” ungkap Mpu Tabah Chalifatah Aji.
Melalui keikutsertaan dalam ajang ISIF 2026 ini, MAN 4 Bantul makin memperkokoh posisinya sebagai madrasah berbasis riset yang mampu melahirkan generasi muda berdaya saing global, inovatif, dan berkarakter. (lel/ica)