Bantul (MAN 4 Bantul) – Rangkaian kegiatan Perkemahan Besar MAN 4 Bantul bertema Pradipa Wira Sangkara resmi ditutup pada Kamis (30/04/2026). Penutupan dilakukan melalui apel yang berlangsung khidmat di halaman Bumi Perkemahan Kebun Ndeso, menandai berakhirnya kegiatan yang telah berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026.
Apel penutupan diikuti oleh seluruh peserta kemah, pembina, serta panitia dengan penuh rasa haru dan bangga. Setelah menjalani berbagai kegiatan yang menantang sekaligus menyenangkan, para siswa kelas X tampak membawa pengalaman baru yang berharga.
Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, bertindak langsung sebagai pembina apel penutupan. Dalam amanatnya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, disiplin, dan tanggung jawab.
Selama perkemahan berlangsung, para siswa telah mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari pendirian tenda, lomba kreativitas, baris-berbaris, hingga kegiatan malam api unggun dan renungan. Semua itu dirancang untuk membentuk karakter, memperkuat kebersamaan, serta melatih kemandirian siswa di luar lingkungan kelas.
Dalam suasana yang penuh refleksi, Syaefulani menegaskan bahwa pengalaman selama perkemahan diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi para siswa dalam kehidupan sehari-hari. “Kemah ini bukan hanya tentang kegiatan di alam terbuka, tetapi tentang bagaimana kalian belajar menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan mampu bekerja sama. Saya berharap nilai-nilai yang kalian dapatkan selama tiga hari ini dapat terus kalian bawa dan terapkan dalam kehidupan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia dan pembina yang telah menyukseskan kegiatan ini dengan baik. Penutupan apel ditandai dengan suasana haru, di mana para peserta saling berbagi cerita dan kenangan selama perkemahan. Kebersamaan yang terjalin selama tiga hari terasa begitu kuat dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.
Dengan berakhirnya Perkemahan Besar Pradipa Wira Sangkara, MAN 4 Bantul kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kuat dalam karakter, kepemimpinan, dan nilai-nilai kebersamaan. (lel/ica)