Bantul (MAN 4 Bnatul) - MAN 4 Bantul terus merawat pembiasaan karakter dan spiritualitas murid-muridnya melalui rangkaian ibadah teratur. Pada Jumat (31/07/2026), kegiatan shalat Dzuhur berjamaah kembali digelar di Mushala MAN 4 Bantul khusus bagi seluruh siswi kelas X, XI, dan XII. Sementara itu, para murid putra menunaikan shalat Jumat berjamaah di masjid-masjid sekitar lingkungan madrasah.
Ibadah khusus keputrian kali ini dipandani penuh oleh para siswi sebagai ajang latihan kepemimpinan ibadah. Petugas yang bertindak sebagai imam shalat Dzuhur adalah Rossiana dari kelas XII F5, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi ceramah keagamaan oleh Hindun Salamah, siswi dari kelas yang sama.
Dalam tausiyahnya, Hindun membawakan materi hangat bertajuk ‘Menyikapi Perkembangan Teknologi sebagai Seorang Muslim”. Ia mengajak rekan-rekan sesama siswi untuk bersikap kritis, bijak, dan produktif dalam menggunakan media sosial maupun perangkat digital, serta menjadikan teknologi sebagai sarana memperluas ilmu dan menebar kebaikan, bukan sebaliknya.
Kegiatan yang berlangsung khusyuk dan tertib ini turut didampingi oleh jajaran guru pendamping madrasah. Guru Pendamping Kegiatan Keputrian MAN 4 Bantul, Laili Masruroh, memberikan apresiasi atas ketangkasan dan kedalaman materi yang dibawakan oleh para siswi. “Kegiatan pembiasaan shalat Dzuhur berjamaah dan ceramah keputrian ini merupakan ruang yang sangat baik untuk menggembleng mental, kepemimpinan, sekaligus nilai keislaman siswi-siswi kita. Penampilan Rossiana sebagai imam dan Hindun yang membawakan ceramah tentang etika berteknologi hari ini sangat luar biasa. Di tengah derasnya arus digitalisasi, penting bagi remaja muslimah untuk tidak hanya lihai menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki benteng iman dan akhlak yang kokoh. Kami berharap pesan yang disampaikan dapat diresapi dan diterapkan oleh seluruh siswi dalam kehidupan harian mereka,” ungkap Laili Masruroh usai pendampingan ibadah.
Melalui program pembiasaan jumat keputrian yang konsisten ini, MAN 4 Bantul optimis dapat mencetak generasi siswi muslimah yang cerdas berteknologi, mandiri, berakhlak mulia, serta memiliki kedalaman spiritual yang kuat. (lel/ica)