Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

Bekali Kemampuan Keagamaan, MAN 4 Bantul Ajarkan Siswa Tata Cara Mengkafani Jenazah

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Selasa, 10 Mar 2026 👁️ 255 kali dilihat
Bekali Kemampuan Keagamaan, MAN 4 Bantul Ajarkan Siswa Tata Cara Mengkafani Jenazah

Bantul (MAN 4 Bantul) - Suasana kelas XI F1 MAN 4 Bantul pada Selasa (10/03/2026) terasa berbeda dari biasanya. Tidak ada riuh diskusi pelajaran umum ataupun deretan soal di papan tulis. Hari itu, para siswa mengikuti praktik perawatan jenazah, khususnya proses mengkafani jenazah, sebagai bagian dari pembelajaran fikih yang sarat makna dan nilai kehidupan.

Dengan penuh perhatian, siswa-siswi mengikuti setiap tahapan yang dijelaskan oleh guru fikih, Laili Masruroh. Di depan kelas, beliau terlebih dahulu memberikan penjelasan mengenai tata cara perawatan jenazah sesuai syariat Islam. Mulai dari persiapan kain kafan, cara membentangkan kain, hingga langkah-langkah membungkus jenazah dengan rapi dan penuh kehormatan.

Setelah penjelasan dan demonstrasi diberikan, para siswa diminta untuk mempraktikkan secara langsung. Mereka bekerja dalam kelompok, mencoba setiap tahap dengan hati-hati sambil memperhatikan arahan dari guru. Keseriusan tampak jelas di wajah para siswa yang menyadari bahwa praktik ini bukan sekadar pelajaran, tetapi juga bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Beberapa siswa tampak berdiskusi kecil untuk memastikan setiap langkah dilakukan dengan benar. Kegiatan ini menjadi pengalaman pembelajaran yang berbeda karena tidak hanya melibatkan pemahaman teori, tetapi juga keterampilan praktik yang nyata.

Guru fikih MAN 4 Bantul, Laili Masruroh, menjelaskan bahwa praktik ini penting agar siswa memiliki bekal pengetahuan dan keberanian ketika suatu saat dibutuhkan di masyarakat. “Melalui praktik ini, siswa tidak hanya memahami teori tentang perawatan jenazah, tetapi juga memiliki pengalaman langsung. Harapannya mereka tidak merasa takut atau bingung ketika menghadapi situasi nyata di masyarakat. Ini adalah bagian dari ibadah sekaligus bentuk kepedulian sosial,” ungkapnya.

Kegiatan praktik perawatan jenazah ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual di MAN 4 Bantul, yang tidak hanya menekankan pada pengetahuan akademik, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan ibadah yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pembelajaran seperti ini, madrasah berharap siswa mampu menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga siap berperan aktif dalam kehidupan sosial dan keagamaan di masyarakat. (lel/ica)