Bantul (MAN 4 Bantul) – Melengkapi semarak Peringatan Hari Santri Nasional 2026, MAN 4 Bantul menggelar serangkaian perlombaan edukatif bagi para murid pada Kamis (22/10/2026). Salah satu cabang kompetisi yang menyedot perhatian dan antusiasme tinggi adalah Lomba Kuliah Tujuh Menit (Kultum) yang dipusatkan di Mushola MAN 4 Bantul.
Lomba Kultum ini dirancang secara khusus sebagai wadah untuk mengasah kemampuan syiar Islam, meningkatkan kepercayaan diri, serta melatih keterampilan komunikasi publik para murid di hadapan jemaah. Setiap perwakilan kelas tampil membawakan materi dakwah yang menyejukkan, komunikatif, dan sarat akan pesan-pesan moral kesantrian.
Jalannya perlombaan dinilai secara cermat oleh tim dewan juri ahli yang terdiri dari dua guru agama MAN 4 Bantul, yakni Sunaryadi dan Triyanto. Aspek penilaian meliputi penguasaan materi, kerapian dalil, artikulasi dan intonasi, ekspresi, hingga ketepatan durasi penyampaian.
Guru SKI sekaligus Dewan Juri Lomba Kultum MAN 4 Bantul, Triyanto, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas keberanian dan kualitas penampilan para murid yang menjadi peserta lomba.
“Lomba Kultum dalam rangka Hari Santri Nasional ini merupakan sarana penempaan mental dan panggung latihan nyata bagi para murid untuk mengasah bakat dakwah mereka. Kami sangat bangga melihat semangat, keberanian, serta penguasaan materi para peserta yang begitu matang. Seorang santri madrasah tidak hanya dituntut paham ilmu agama, tetapi juga harus terampil menyampaikannya dengan tutur kata yang santun, komunikatif, dan penuh percaya diri. Kami berharap dari ajang ini lahir dai-dai muda yang siap berdakwah menyebarkan syiar Islam yang ramah dan menyejukkan di tengah masyarakat,” ungkap Triyanto.
Suasana kompetisi berlangsung penuh khidmat namun tetap kompetitif. Melalui ajang ini, MAN 4 Bantul terus berkomitmen mencetak generasi muda yang cerdas secara akademis, terampil berkomunikasi, dan memiliki jiwa kepemimpinan Islam yang kuat. (lel/ica)