Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

Akademik, Riset, dan Akhlak. Senjata MAN 4 Bantul Hadapi Masa Depan

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Selasa, 9 Jun 2026 👁️ 9 kali dilihat
Akademik, Riset, dan Akhlak. Senjata MAN 4 Bantul Hadapi Masa Depan

Bantul (MAN 4 Bantul) – Komitmen MAN 4 Bantul dalam menyiapkan generasi unggul kembali ditegaskan dalam pertemuan antara Komite MAN 4 Bantul dengan orang tua wali calon murid baru yang digelar di Aula MAN 4 Bantul, Selasa (09/06/2026). Dalam kesempatan tersebut, Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, memaparkan berbagai program unggulan madrasah yang dirancang untuk mengantarkan murid meraih prestasi akademik sekaligus memiliki karakter yang kuat.

Di hadapan para orang tua wali, Syaefulani menjelaskan bahwa akademik dan riset menjadi salah satu branding utama MAN 4 Bantul dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai capaian prestasi yang diraih murid, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional, menjadi bukti keseriusan madrasah dalam membangun budaya belajar yang unggul.

Selain itu, MAN 4 Bantul juga terus mengembangkan layanan Sistem Kredit Semester (SKS) yang memungkinkan murid menyelesaikan pendidikan dalam waktu lebih cepat. Program percepatan tersebut diperuntukkan bagi murid yang memenuhi persyaratan tertentu, salah satunya memiliki kemampuan intelektual dengan skor IQ di atas 120 yang akan diidentifikasi melalui tes setelah pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATSAMA).

Dalam pemaparannya, Syaefulani juga menyampaikan capaian membanggakan yang diraih MAN 4 Bantul pada tahun 2026. Sebanyak 31,7% lulusan diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), menjadikan MAN 4 Bantul sebagai madrasah dengan persentase penerimaan SNBP tertinggi di Kabupaten Bantul.

Tak hanya fokus pada akademik, program riset juga terus diperkuat. Madrasah menggandeng berbagai pihak eksternal yang kompeten di bidang penelitian untuk memberikan pendampingan intensif kepada murid. Langkah ini dilakukan agar budaya berpikir kritis, inovatif, dan ilmiah dapat tumbuh sejak dini.

Menyadari bahwa calon murid baru berasal dari latar belakang kemampuan yang beragam, MAN 4 Bantul juga menyiapkan program matrikulasi setelah MATSAMA. Program tersebut meliputi penguatan baca tulis Al-Qur'an, literasi, numerasi, dan kemampuan bahasa Inggris. Program ini diharapkan mampu menjadi fondasi awal yang kuat bagi murid dalam mengikuti proses pembelajaran sekaligus menghadapi berbagai asesmen nasional di masa mendatang.

Tidak berhenti di situ, MAN 4 Bantul juga mulai mempersiapkan masa depan murid sejak kelas X melalui asesmen psikologi yang memetakan gaya belajar menjadi tiga tipologi utama. Selain itu, murid juga akan mengikuti asesmen peminatan mata pelajaran dan jurusan sebagai bekal dalam menentukan arah studi lanjutan.

Dengan berbagai program tersebut, saat memasuki kelas XI, murid diharapkan telah memiliki gambaran yang jelas mengenai perguruan tinggi tujuan, fakultas yang diminati, hingga jurusan yang akan dipilih.

Dalam sambutannya, Syaefulani menegaskan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang telah berlangsung menjadi bahan evaluasi penting bagi madrasah untuk terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan program pembelajaran. "Kita belajar dari hasil TKA yang sudah berlalu. Apa yang masih kurang akan kita benahi dan sempurnakan mulai dari kelas X tahun ini. Murid-murid akan kita dampingi sejak awal melalui matrikulasi, asesmen psikologi, penguatan akademik, hingga pendampingan pemilihan jurusan dan perguruan tinggi. Kita ingin mengawal dan mengasah kecerdasan mereka, tetapi pada saat yang sama juga menjaga akhlaknya. Karena tujuan pendidikan bukan hanya mencetak murid yang pintar, tetapi juga pribadi yang berkarakter dan siap menghadapi masa depan," ujar Syaefulani.

Melalui berbagai program yang terstruktur dan berkelanjutan tersebut, MAN 4 Bantul menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada pembentukan karakter, pengembangan potensi, dan kesiapan murid menghadapi tantangan zaman. (lel/ica)