Bantul (MAN 4 Bantul) – Rangkaian kegiatan Perkemahan Besar Pramuka MAN 4 Bantul kembali menghadirkan ajang menarik yang menguji keterampilan sekaligus kreativitas siswa. Salah satu kegiatan yang mencuri perhatian adalah lomba semaphore yang digelar pada Rabu (29/04/2026) di Bumi Perkemahan Kebun Ndeso.
Lomba semaphore merupakan ajang komunikasi isyarat menggunakan dua bendera yang menjadi ciri khas dalam dunia kepramukaan. Dengan ukuran bendera sekitar 40 x 40 cm, para peserta dituntut mampu menyampaikan pesan melalui gerakan tangan yang terstruktur dan terkode.
Dalam pelaksanaannya, setiap regu mengirimkan perwakilan terbaiknya untuk berkompetisi. Tidak hanya menampilkan gerakan dasar semaphore, beberapa peserta juga mengombinasikannya dengan unsur kreativitas seperti tarian (semaphore dance), baris-berbaris, hingga iringan lagu yang membuat penampilan semakin menarik.
Kegiatan ini tidak hanya menguji kecepatan dan ketepatan dalam menyampaikan sandi, tetapi juga menuntut kekompakan tim serta daya ingat yang kuat terhadap kode-kode semaphore. Penilaian dilakukan langsung oleh Dewan Ambalan MAN 4 Bantul yang memperhatikan aspek teknik, kreativitas, dan keselarasan gerakan.
Suasana lomba berlangsung meriah dan penuh semangat. Para peserta tampil percaya diri, sementara regu lainnya memberikan dukungan dengan sorakan yang membangun semangat kompetisi yang sehat.
Pembina Pramuka MAN 4 Bantul, Solikhah, menyampaikan bahwa lomba ini memiliki nilai edukatif yang tinggi bagi siswa. “Semaphore bukan hanya tentang gerakan, tetapi juga melatih konsentrasi, ketelitian, dan komunikasi nonverbal. Kami melihat siswa tidak hanya berusaha tampil baik secara teknik, tetapi juga berani berinovasi dalam penampilan mereka,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri serta kerja sama antar anggota regu.
Melalui lomba semaphore ini, MAN 4 Bantul kembali menunjukkan bahwa kegiatan kepramukaan dapat dikemas secara menarik, edukatif, dan menyenangkan. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran yang membentuk karakter disiplin, kreatif, dan komunikatif bagi para siswa. (lel/ica)