Bantul (MAN 4 Bantul) – Semangat Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi MAN 4 Bantul untuk memberikan penghargaan kepada murid yang telah menorehkan prestasi di bidang literasi dan riset internasional. Penyerahan penghargaan dilaksanakan di halaman MAN 4 Bantul pada Rabu (28/10/2026), sebagai bentuk apresiasi madrasah terhadap kerja keras, dedikasi, dan pencapaian murid.
Dalam kesempatan tersebut, penghargaan diberikan kepada Kaira Rahmi, murid kelas X E1, sebagai pemustaka teraktif periode Juli hingga Oktober 2026. Apresiasi ini diberikan atas keaktifan dalam memanfaatkan fasilitas perpustakaan, sekaligus menjadi dorongan bagi murid untuk semakin dekat dengan buku dan membangun kebiasaan membaca.
Penghargaan juga diberikan kepada lima murid peraih medali emas dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2026. Mereka adalah Firman Nurdiyono (XII F1), Muhammad Ahsan Raisul Muttaqin (XII F3), Aisyah Sofi Ramadhani (XII F5), Hindun Salamah (XII F5), dan Anninda Putri Qurrota A’yun (XII F2). Prestasi di ajang internasional tersebut menjadi kebanggaan bagi madrasah sekaligus bukti bahwa murid MAN 4 Bantul mampu mengembangkan potensi melalui penelitian dan inovasi.
Penyerahan hadiah dilakukan oleh Nanang Qosem, S.Pd.I., selaku staf kesiswaan MAN 4 Bantul. Momen tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda yang tidak hanya menumbuhkan semangat persatuan, tetapi juga mengapresiasi kontribusi generasi muda melalui prestasi nyata.
Nanang Qosem menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk dukungan madrasah agar murid terus mengembangkan potensi dan tidak berhenti pada pencapaian yang telah diraih.
“Selamat kepada murid-murid yang menerima penghargaan. Prestasi dalam bidang literasi maupun riset menunjukkan bahwa murid memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Kami berharap apresiasi ini menjadi motivasi untuk mempertahankan semangat belajar, memperluas wawasan, dan berani mencoba hal-hal baru. Bagi murid lainnya, semoga pencapaian teman-temannya dapat menjadi inspirasi untuk ikut berprestasi sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing,” ungkap Nanang.
Pemberian penghargaan ini juga sejalan dengan semangat Hari Sumpah Pemuda, yaitu mendorong generasi muda untuk berkontribusi melalui kemampuan dan karya terbaiknya. Keaktifan membaca menjadi fondasi penting dalam memperluas pengetahuan, sedangkan prestasi riset menunjukkan bagaimana pengetahuan dapat dikembangkan menjadi gagasan dan inovasi yang bernilai.
Melalui apresiasi ini, MAN 4 Bantul terus mendorong tumbuhnya budaya literasi, semangat penelitian, dan iklim kompetisi yang sehat di lingkungan madrasah. Penghargaan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para penerima, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi seluruh murid untuk terus belajar, berkarya, dan mengharumkan nama madrasah. (lel/ica)