Bantul (MAN 4 Bantul) – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan diwujudkan MAN 4 Bantul melalui aksi kemanusiaan berupa penyaluran bantuan air bersih ke wilayah Kabupaten Bantul dan Gunungkidul. Sebanyak 28 tangki air bersih disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengalami krisis air bersih. Penyerahan bantuan dilaksanakan di MAN 4 Bantul pada Rabu (28/10/2026), dengan pendistribusian menuju wilayah sasaran pada Kamis (29/10/2026).
Bantuan tersebut dialokasikan untuk dua wilayah terdampak. Sebanyak 20 tangki air bersih diperuntukkan bagi warga Padukuhan Nglumbung RT 05 RW 05, Kalurahan Giricahyo, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul. Sementara itu, delapan tangki lainnya disalurkan ke wilayah Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul.
Penyerahan bantuan di MAN 4 Bantul menjadi bagian dari upaya madrasah untuk menggalang kepedulian dan menghadirkan bantuan nyata bagi masyarakat yang menghadapi kesulitan memperoleh air bersih. Selanjutnya, bantuan didistribusikan ke lokasi tujuan agar dapat dimanfaatkan oleh warga yang membutuhkan.
Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud empati dan tanggung jawab sosial madrasah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari, sehingga kepedulian bersama diperlukan untuk membantu warga yang terdampak kekeringan.
“Bantuan air bersih ini merupakan wujud kepedulian dan empati keluarga besar MAN 4 Bantul kepada masyarakat yang sedang mengalami krisis air bersih. Kami menyadari bahwa air merupakan kebutuhan pokok yang tidak dapat ditunda pemenuhannya. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga, membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan menjadi penguat semangat bahwa mereka tidak menghadapi kesulitan ini sendirian,” ungkap Syaefulani.
Ia juga berharap aksi kemanusiaan tersebut dapat menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial di lingkungan madrasah. Pendidikan, menurutnya, tidak hanya berlangsung melalui kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui tindakan nyata yang mengajarkan nilai kemanusiaan, solidaritas, dan tanggung jawab terhadap sesama.
Penyaluran 28 tangki air bersih ini menjadi bukti bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui langkah konkret sesuai kebutuhan masyarakat. Di tengah keterbatasan air akibat kekeringan, bantuan tersebut diharapkan mampu membantu warga di Giricahyo dan Muntuk memperoleh akses air bersih untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Melalui aksi tersebut, madrasah berupaya terus menanamkan nilai kemanusiaan dan memperkuat hubungan dengan masyarakat. Semangat berbagi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk bergotong royong membantu warga terdampak kekeringan, karena kepedulian sekecil apa pun dapat menghadirkan manfaat berarti bagi sesama. (lel/ica)