Bantul (MAN 4 Bantul) – Guna memperkuat sinergi antara pihak madrasah dan orang tua murid, MAN 4 Bantul menggelar Pertemuan Wali Murid Kelas X di Aula MAN 4 Bantul pada Kamis (27/8/2026). Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Madrasah, jajaran Wakil Kepala Madrasah (Waka) beserta staf, seluruh wali kelas X, pengurus Komite Madrasah, serta para orang tua wali murid kelas X.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, menyampaikan laporan komprehensif mengenai rangkaian agenda dan program pengembangan yang telah sukses dilaksanakan bagi murid kelas X sejak awal tahun ajaran baru.
Laporan berkala tersebut merangkum perjalanan program secara berurutan. Pekan Pertama: Pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Matsama) sebagai ajang adaptasi lingkungan madrasah. Pekan Kedua: Pelaksanaan program matrikulasi dasar untuk mata pelajaran BTQ (Baca Tulis Al-Qur'an), Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Pekan Ketiga: Penyelenggaraan Tes IQ, Potensi Skolastik, Minat Bakat, dan Gaya Belajar, dilanjutkan dengan pembagian kelas berbasis hasil analisis potensi murid. Pekan Keempat: Program tindak lanjut matrikulasi BTQ sebanyak 12 kali pertemuan khusus bagi murid yang belum tuntas.
Pertengahan Agustus dilaksanakan Sosialisasi keamanan dan ketertiban berkendara bekerja sama dengan Kanit Kamsel/Lantas Polres Bantul. Mengingat murid kelas X mayoritas belum cukup umur dan belum memiliki SIM, madrasah menerapkan aturan ketat penggunaan kendaraan yang wajib menyertakan surat perjanjian serta persetujuan resmi dari orang tua.
Penegakan Kedisiplinan meliputi enerapan kebijakan pembatasan penggunaan gawai. Gawai hanya diizinkan saat proses pembelajaran yang membutuhkan instruksi guru, sementara di luar jam tersebut wajib dikumpulkan.
Melalui sambutannya, Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, menegaskan pentingnya keterbukaan laporan ini serta kolaborasi erat antara rumah dan madrasah dalam mendidik karakter murid.
“Seluruh rangkaian kegiatan mulai dari Matamuda, tes potensi, pemetaan kelas, hingga pendampingan BTQ ini kami rancang secara terukur demi memastikan setiap anak terlayani sesuai potensi dan kebutuhan dasarnya. Mengenai ketertiban berkendara dan pembatasan HP, kami memohon dukungan penuh dari bapak dan ibu wali murid. Langkah tegas ini semata-mata demi keselamatan fisik, ketenangan belajar, serta pembentukan karakter disiplin anak-anak kita. Sinergi antara madrasah, komite, dan orang tua adalah kunci utama keberhasilan pendidikan di MAN 4 Bantul,” papar Syaefulani.
Melalui pertemuan evaluatif dan komunikatif ini, MAN 4 Bantul terus berkomitmen menjaga transparansi pengelolaan pendidikan sekaligus memperkokoh kemitraan bersama para orang tua murid. (lel/ica)