Bantul (MAN 4 Bantul) - Komitmen dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas terus digelorakan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta. Langkah nyata ini salah satunya diwujudkan melalui keikutsertaan pegawai MAN 4 Bantul dalam acara Sosialisasi Pengisian Formulir dan Modul Pengelolaan Konflik Kepentingan yang diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom meeting, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan penting tersebut turut diikuti oleh perwakilan pegawai dari berbagai satuan kerja, termasuk dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Bantul. Dody Hendra Supriyadi, yang sehari-hari bertugas sebagai Pengadministrasi Perkantoran di MAN 4 Bantul, tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara sosialisasi ini dari ruang kerja kantor setempat guna memahami regulasi terbaru terkait pencegahan serta mitigasi risiko konflik kepentingan di lingkungan instansi pemerintah.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber berkompeten dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, yakni Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Madya Mardani Rifianto, S.H., M.H., serta Analis Kebijakan Ahli Madya Dr. Muhammad Hafiz Lidinillah, Ph.D. Para narasumber memaparkan pentingnya pemahaman mendalam mengenai delapan sumber potensi konflik kepentingan—mulai dari hubungan keluarga, bisnis, hingga rangkap jabatan—serta tata cara pengisian instrumen pelaporan melalui aplikasi sistem informasi pengawasan internal (CIAPI) yang wajib diisi oleh seluruh ASN.
Kepala Tata Usaha MAN 4 Bantul, Retno Siwi Handayani, S.E., memberikan apresiasi serta dukungannya atas keikutsertaan pegawai dalam kegiatan strategis ini. Menurutnya, pemahaman mengenai pengelolaan konflik kepentingan merupakan fondasi krusial bagi setiap aparatur dalam menjaga objektivitas dan profesionalisme kerja.
“Keikutsertaan pegawai kami, seperti Bapak Dody Hendra Supriyadi, dalam sosialisasi ini sangat penting untuk memastikan seluruh aparatur di MAN 4 Bantul memiliki kepekaan etis serta mampu mengenali dan memitigasi potensi konflik kepentingan sejak dini. Integritas dan transparansi dalam menjalankan tugas pelayanan publik maupun administrasi madrasah harus selalu dijaga agar terhindar dari penyalahgunaan wewenang,” ujar Retno Siwi Handayani, S.E.
Melalui kegiatan ini, seluruh jajaran pegawai MAN 4 Bantul diharapkan mampu mengimplementasikan hasil sosialisasi secara optimal, tertib administrasi, serta turut serta memperkuat pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju birokrasi yang akuntabel dan bebas dari praktik penyimpangan. (afa/ica)