Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

Mantapkan Tata Kelola Eviden ZI, KTU MAN 4 Bantul Hadiri Pertemuan FKTU DIY

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Selasa, 22 Sep 2026 👁️ 8 kali dilihat
Mantapkan Tata Kelola Eviden ZI, KTU MAN 4 Bantul Hadiri Pertemuan FKTU DIY

Bantul (MAN 4 Bantul) - Forum Kepala Tata Usaha Madrasah Negeri (FKTU) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta kembali memperkuat koordinasi dan kapasitas pengelolaan administrasi melalui pertemuan rutin sekaligus Bimbingan Teknis Pembangunan Zona Integritas (PMPZI). Kegiatan berlangsung pada Selasa (22/09/2026) di MAN 1 Yogyakarta, Jalan C. Simanjuntak No. 60, Kota Yogyakarta. Kepala Tata Usaha MAN 4 Bantul, Retno Siwi Handayani, S.E., hadir dalam kegiatan yang diikuti para Kepala Tata Usaha madrasah negeri di lingkungan Kementerian Agama DIY tersebut.

Pertemuan FKTU DIY menjadi ruang koordinasi dan penguatan bersama dalam mendukung tata kelola administrasi madrasah. Selain pertemuan rutin, peserta mendapatkan Bimbingan Teknis PMPZI dengan materi utama “Pentingnya Eviden (Bukti Dukung) dalam Pembangunan Zona Integritas”. Materi disampaikan oleh Anisa Kurnia Sari, S.T., Pranata Komputer Ahli Pertama di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa eviden bukan sekadar dokumen yang dikumpulkan untuk memenuhi penilaian, tetapi merupakan bukti bahwa program benar-benar direncanakan, dilaksanakan, diukur, dievaluasi, dan diperbaiki.

Penguatan tersebut juga menekankan pentingnya eviden yang relevan, sahih, aktual, lengkap, konsisten, dan mudah diverifikasi. Pengelolaan eviden idealnya dilakukan sejak awal melalui siklus perencanaan, pelaksanaan, dokumentasi, pengukuran, evaluasi, perbaikan, hingga pengarsipan. Retno Siwi Handayani menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan penguatan penting bagi pengelolaan administrasi dan pembangunan Zona Integritas di madrasah. “Bimtek ini mengingatkan kita bahwa setiap program yang dilaksanakan harus memiliki jejak yang jelas. Bukan hanya tertib dalam pelaksanaan, tetapi juga tertib dalam mendokumentasikan, mengukur hasil, melakukan evaluasi, dan menindaklanjuti perbaikan. Dengan demikian, eviden yang tersedia benar-benar menggambarkan perubahan dan kualitas layanan di madrasah,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, FKTU DIY diharapkan semakin solid dalam membangun budaya kerja yang mendukung Zona Integritas. Sebagaimana pesan utama materi, pembangunan ZI bukan sekadar mengumpulkan dokumen, melainkan memastikan perubahan nyata dapat dilihat, diukur, diverifikasi, dan dipertanggungjawabkan. (afa/ica)

Hubungi Kami